Sumenep (beritajatim.com) – Bantuan bahan pangan dari Provinsi Jawa Timur segera dikirim ke Pulau Masalembu, Kabupaten Sumenep. Pengiriman tersebut menggunakan kapal milik TNI AL, yakni KRI MALAHAYATI 362 (Korvet) TNI AL.
“Kapal itu dijadwalkan jam 5 sore ini berangkat dari Surabaya. Besok pagi sampai di Masalembu,” kata salah satu Koordinator Embarkasi dan Debarkasi (loading) di Masalembu, Albar, Rabu (01/03/2023).
Bahkan tidak hanya beras, sejumlah bahan pangan lain seperti minyak goreng, gula, dan sarden juga ikut dikirimkan bersama 20 ton beras tersebut.
Kalaksa BPBD Sumenep, Wahyu Kurniawan menjelaskan, pihaknya kemarin telah berkoordinasi dengan Pemprov Jatim terkait pengiriman bantuan bahan pangan ke Masalembu. Bahkan Bupati Sumenep telah melayangkan surat resmi ke Gubernur, meminta agar beras cadangan provinsi (BCP) bisa didistribusikan ke Pulau Masalembu.
“Pendistribusian sembako ke Masalembu itu harus menggunakan kapal TNI AL. Kalau kapal biasa tidak mampu melawan ombak. Saat ini di Perairan Masalembu masih cuaca buruk,” ujarnya.
Cuaca di Perairan Masalembu sudah 3 minggu ini tergolong ekstrem. Berdasarkan prakiraan BMKG Maritim Surabaya, tinggi gelombang di Perairan Masalembu berkisar antara 2,5 – 4 meter, dengan kecepatan angin 20-24 knot. Kondisi tersebut jelas membahayakan pelayaran. Karena itu, tidak ada satupun kapal yang berangkat. KSOP Kalianget meminta agar seluruh operator kapal menunda pelayaran.
[berita-terkait number=”4″ tag=”masalembu”]
Akibat lamanya tidak ada pelayaran itu, stok sembako di Masalembu mulai menipis. Beras dan bahan pangan lainnya menjadi barang langka dan mahal di Pulau Masalembu.
“Kalau bantuan dari Pemkab Sumenep berupa minyak goreng, mie instan, sarden, dan sereal akan kami kirimkan ke Pulau Masalembu menggunakan kapal reguler hari Jumat (03/03/2023). BMKG memprediksi pada hari Jumat itu cuaca mulai membaik sehingga kapal bisa berangkat,” terang Wahyu. [tem/but]






