Surabaya (beritajatim.com) – Wakil Ketua Fraksi PSI DPRD Surabaya, Josiah Michael menyoroti kemacetan di sepanjang jalan HR Muhammad dan Bukit Darmo Boulevard (Yono Suwono) yang saat ini semakin parah.
Menurut Josiah, harus segera dilakukan upaya rekayasa lalu lintas untuk mengatasi kemacetan di wilayah Surabaya Barat tersebut.
“Sudah saatnya di kedua ruas jalan tersebut dilakukan upaya rekayasa lalu lintas untuk mengurai kemacetan,” kata Josiah, Rabu (1/3/2023).
Pria yang juga menjabat anggota Komisi A DPRD Surabaya ini menyebut daerah Surabaya barat sudah mulai padat dengan hunian tetapi akses menuju ke barat tidak bertambah. Sehingga kepadatan lalu lintas ini semakin lama semakin parah.
Josiah mengaku mendapatkan banyak aduan dari masyarakat baik melalui sosmed maupun whatsapp.
Baca Juga: Sebelum Bangun Rumah, Wali Kota Surabaya Ingatkan Ini
“Setelah saya amati ada beberapa titik yang menjadi sumber kemacetan. Yaitu putar balik depan sekolah Merlion, putar balik depan taman makam pahlawan Mayjend Sungkono dan perempatan patung kuda,” kata Josiah.
Menurut Josiah, sebaiknya jalur putar balik depan Merlion dan Taman Makam Pahlawan ditutup. Selain itu perempatan patung kuda juga tidak boleh lurus ke arah Simpang Darmo Permai Selatan/Papaya begitu pula sebaliknya.
“Jadi lampu merah di perempatan itu akan semakin singkat karena hanya untuk jalur yang dari Yono Suwoyo dan SCTV,” ujar Josiah.
Josiah menambahkan, sedangkan dari Simpang Darmo Permai Selatan jika akan ke HR. Muhammad harus belok kekiri terlebih dahulu begitu pula yang dari HR. Muhammad harus belok kiri ke arah Yono Suwoyo.
Baca Juga: Syarat Beasiswa Tangguh Rumit, DPRD Surabaya: Jangan Mempersulit Wong Cilik
“Selain itu pelanggatan lalu-lintas oleh pemotor juga kerap terjadi dan dilakukan di pertigaan Unesa – Yono Suwoyo,” katanya.
Selain rawan kecelakaan, kata Josiah, juga menyebabkan terjadinya kemacetan karena saling trombol antara pemotor yang nemotong jalan dengan mobil yang menyeberang masuk ke Unesa.
“Sebaiknya diberi petugas untuk titim tersebut atau kalau perlu diberi TL mengingat jalur tersebut sudah padat,” pungkas Josiah. [asg/beq]






