Ponorogo (beritajatim.com) – Tanah retak yang terjadi di Desa Tumpuk Kecamatan Sawoo Kabupaten Ponorogo menimpa warga dalam satu rukun tetangga (RT). Yakni warga RT 01 RW 01 Dusun Sumber. Pantauan BPBD Ponorogo, ada penambahan retakan. Jika dirunut dari awal terlihat retakan pada tanggal 14 Februari 2023 lalu hingga sekarang. Bahkan retakan ada yang sudah sampai 1 meter
“Yang terdampak tanah retak ini satu RT. Dimulai tanggal 14 Februari hingga sekarang, ada retakan yang sudah sampai 1 meter. Bahkan tanah yang amblas ada yang lebih 1 meter,” ungkap Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Ponorogo Surono, Selasa (28/02/2023).
Tanah retak satu RT di Desa Tumpuk ini, kata Surono sedikitnya ada 25 titik retakan. Sehingga besaran lebar atau panjang retakan pun berbeda-beda. Akibat retakan itu, ada satu rumah warga yang kondisinya miring. Dengan pertimbangan kondisi tersebut, warga akhirnya membongkar rumah tersebut. Ada juga yang dinding rumahnya retak sampai ke atas, bahkan ada yang ubinnya sudah rusak terkena retakan tanah.
“Ada rumah warga yang posisinya sudah miring, ya akhirnya dibongkar juga,” katanya.
Bisa dibilang kondisi tanah di satu RT di Desa Tumpuk ini masuk zona merah. Ditambah lagi pemukiman warga dalam satu RT ini berada di perengan gunung. Dimana di atas itu ada sumber air yang masuk ke dalam tanah. Kemungkinan sumber air yang masuk ke dalam itu, mempengaruhi gerakan tanah, hingga menyebabkan retakan.
“Kalau melihat kondisinya ya zona merah. Kita rekomendasikan untuk warga tidak pulang ke rumahnya. Tapi warga sendiri saat ini juga takut untuk pulang, pilih bertahan di tempat pengungsian,” katanya.
[berita-terkait number=”4″ tag=”tanah-retak”]
Petugas dari BPBD Ponorogo memasang tanda secara manual di titik-titik retakan tersebut. Tanda itu bakal dipantau setiap pagi, siang dan sore. BPBD Ponorogo ingin melakukan pemantauan, seberapa penambahan retakan atau amblasnya tanah tersebut.
“Kita beri tanda secara manual. Jadi bisa dilihat setiap pagi, siang dan sore. Kita hitung seberapa penambahan retakan maupun amblasnya. Sembari menunggu PVMBG dari Bandung ke sini untuk melakukan mitigasi batau pemetaan,” pungkasnya. [end/but]






