Banyuwangi (beritajatim.com) – Rumah korban gas elpiji 3 Kg di Dusun Melik, Desa Parijatah Kulon, Kecamatan Srono mengalami rusak di beberapa bagian. Kerusakan akibat dari sambaran api gas yang tersulut.
Tampak dapur berantakan, hingga tembok ruang tamu juga terlihat hangus. Dua kain kelambu di pintu kamar juga habis dilalap api.
“Untungnya, atap rumah tidak ikut terbakar padahal terbuat dari gedek anyaman bambu,” jelas Safrudin tetangga korban ledakan gas elpiji 3 Kg yang bocor, Selasa (23/2/2023).
Padahal, kata Safrudin, saat gas elpiji 3 Kg itu meledak, api terlihat sampai keluar rumah. Bahkan menimbulkan suara ledakan yang keras.
“Anak saya melihat ada api menyala hingga keluar rumah,” katanya.
Akibat kejadian itu, penghuni rumah yang terdiri 4 orang mengalami luka bakar serius. Korban dirawat intensif di RSUD Genteng.
“Ya, dibawa ke rumah sakit Genteng,” tambah Safrudin.
Korban gas elpiji 3 Kg terdiri Suryono dan Koyimah adalah suami istri serta Hadi Sofyan dan Moh. Ibnu Mubarok merupakan anak. (rin)






