Ponorogo (beritajatim.com) – Warga Desa Tumpuk Kecamatan Sawoo Kabupaten Ponorogo yang rumahnya terdampak tanah gerak harus direlokasi. Sebab, ada yang skalanya kecil hingga yang retakannya besar. Tentu kondisi itu sangat membahayakan jika tetap nekat ditinggali. Solusi relokasi terhadap 139 jiwa dari 42 kepala keluarga (KK) menjadi opsi terbaik.
“Saya belum melihat titik retakan atau longsor. Tetapi saya sudah melihat foto dan videonya. Memang tidak layak untuk ditempati hunian. Terlalu berbahaya,” kata Bupati Sugiri Sancoko yang tadi malam mengunjungi warga Desa Tumpuk yang mengungsi di Gedung Taman Kanak-kanak (TK) setempat, Selasa (28/2/2023).
Oleh karena itu, solusi bagi warga yang terdampak tanah gerak di Desa Tumpuk yakni dilakukan relokasi. Warga harus meninggalkan rumahnya. Sebab, sangat berbahaya jika masih akan kembali ditinggali. “Maka solusinya ya relokasi. Nantinya ada 42 KK atau 139 jiwa yang bakal direlokasi,” katanya.
BACA JUGA:
Tanah Retak, 139 Tumpuk Sawoo Ponorogo Mengungsi
Kang Giri sapaan karib Sugiri Sancoko menargetkan kepala desa Tumpuk mencari tanah untuk lokasi relokasi. Sebab, tanah bengkok (tanah kas desa) yang ada di desa tersebut juga tidak layak. Posisi tanah bengkok juga seperti plesengan. “Tanah milik perhutani juga tidak memungkinkan, karena prosesnya yang panjang,” katanya.
Alternatif pertama, kata Bupati untuk dicarikan tanah relokasi itu. Pengadaannya gimana, Sugiri menyebutkan bakal dirumuskan bersama. Apakah cari CSR, patungan, atau dianggarkan. Namun, untuk penganggaran juga butuh waktu. “Pak lurah minta dicarikan lokasi yang pas. Nanti dibuat satu RT gitu, ” pungkasnya.
BACA JUGA:
Longsor di Kecamatan Ngrayun, Lumpur Tutupi Jalur Ponorogo – Trenggalek
Untuk diketahui sebelumnya, ratusan warga Desa Tumpuk Kecamatan Sawoo mengungsi ke Gedung TK desa setempat. Pasalnya, rumah yang mereka tinggali, terdampak tanah gerak. Rumah yang terdampak pun, selain retak juga ada yang amblas. Sehingga sangat berbahaya untuk ditinggali. Apalagi cuaca yang masih sering hujan, dikhawatirkan retaknya semakin bertambah. [end/suf]






