Banyuwangi (beritajatim.com) – Gas Elpiji 3 Kg di kediaman Suryono, Dusun Melik, Desa Parijatah Kulon, Kecamatan Srono bocor. Kejadian itu diketahui sekitar Pukul 02.30 WIB dini hari.
Pemilik rumah mendengar adanya gas elpiji 3 Kg itu berdesis. Suryono pemilik rumah kemudian berusaha melepas gas dari regulator kompor dan dipindahkan ke kamar mandi untuk direndam.
Setelah dirasa aman, kemudian dirinya berusaha menyalakan kompor yang masih tersisa. Namun, begitu menyulut api dengan korek api ternyata justru terjadi ledakan dan muncul api di seluruh lorong rumah.
“Suryono menyalakan kompor hendak memasak namun tiba-tiba api tersulut di beberapa sudut rumah dan membakar gorden serta kain kelambu yang ada di depan pintu kamar yang mengakibatkan 4 orang penghuni rumah mengalami luka bakar,” terang Kapolsek Srono, AKP Akhmad Junaidi sesuai laporan tertulis, Selasa (28/2/2023).
Pihaknya memprediksi, gas elpiji 3 Kg yang bocor kemungkinan masih menyebar di dalam ruang rumah. Ditambah, sirkulasi udara di rumah yang berada di dalam gang tersebut kurang.
“Diduga gas elpiji yg bocor telah memenuhi ruangan rumah yg minim sirkulasi sehingga pada saat ada api, gas tersebut langsung tersulut,” katanya.
Sementara, 4 korban gas elpiji 3 Kg mengalami luka bakar sedang menjalani perawatan intensif di rumah sakit umum daerah (RSUD) Genteng. Mereka merupakan satu keluarga di antaranya Suryono, Koyimah, Hadi Sofyan dan Moh. Ibnu Mubarok. (rin)






