Surabaya (beritajatim.com) – Ketua KONI Jawa Timur M Nabil mengakui bahwa ada permasalahan keuangan Puslatda Jawa Timur. Permasalahan yang berdampak pengurangan uang saku kepada atlet Puslatda Jawa Timur di tahun 2023 ini.
“Kita hanya penyesuaian saja. Kalau ada yang lebih, kita bagikan. Kalau ada yang tidak terpenuhi, kita kurangi,” ungkap Nabil.
Dia berpesan kepada seluruh atlet Puslatda Jawa Timur. Sebagai atlet ini adalah bentuk mengabdi untuk daerahnya bukan untuk konteks bisnis dan transkasional.
“Saya sampaikan kita ingin mengabdi dan berkhidmat di olah raga. Hal ini tentu tidak dalam konteks bisnis atau transkasional kita membeli apa dan saya dapat apa. Tidak seperti itu. Hal ini yang harus dipahami oleh anak-anak saat ini,” imbuh Nabil.
[berita-terkait number=”3″ tag=”koni-jatim”]
Sebelumnya, Pelatih Angkat Besi Puslatda Jatim Felix Tagore mengatakan, faktor dana mempengaruhi kualitas para atlet yang akan berjuang dalam pra kualifikasi PON mendatang.
“Dana dari KONI yang menjadi masalah. Bahkan kita dengar gaji para atlet puslatda ini diturunkan. Tapi kami kasih pengertian kepada para atlet untuk lebih pengertian berjuang di Pra PON. Karena jika ini membebani atlet akan mempengaruhi mental atlet. Jadi harus sama-sama berjuang,” ucap Felix Tagore. [way/but]






