Surabaya (beritajatim.com) – Yayasan Pendidikan Wartawan Jawa Timur (YPWJT) akan memanggil Dr Meithiana Indrasari Yunus, ST., MM, Ketua Stikosa-AWS (Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi-Almamater Wartawan Surabaya).
Hal ini terkait unjuk rasa yang dilakukan belasan mahasiswa pada Senin (27/2/2023) hari ini di lingkungan kampus pencetak wartawan, bilangan Nginden Intan Timur Surabaya tersebut.
Demo digelar setelah dua mahasiswa Stikosa-AWS (wartawan media kampus Acta Surya) mendapatkan sanksi berupa downgrade nilai akhir menjadi E dan Acta Surya dibekukan. Ketua Stikosa-AWS menuding mereka berdua melakukan perekaman tanpa izin, di saat menolak diwawancarai.
[berita-terkait number=”5″ tag=”Stikosa-AWS”]
“Pasti yayasan concern soal tersebut. Bahkan, sudah dibahas di yayasan, dan sudah disepakati langkah yang ditempuh. Ketua Yayasan akan memanggil Ketua Stikosa-AWS dan membicarakan persoalan itu,” tegas Sefdin Syaifudin Alamsyah, Wakil Ketua YPWJT kepada beritajatim.com.
Sefdin yang juga Angkatan 1992 Stikosa-AWS ini menjelaskan, pada prinsipnya soal sanksi nilai akan menjadi perhatian Yayasan. Sehingga, itu akan menjadi isu utama pembicaraan antara Yayasan dengan akademik. “Apalagi, kami mendengar sanksi tersebut tidak bersifat final dan mengikat. Artinya, sangat mungkin dan bisa ditinjau ulang,” katanya.
Sefdin meminta semua pihak harus mengambil pelajaran. Sehingga, tidak menjadi ruang untuk memenangkan ego masing-masing. Baik itu dari pihak kampus dan mahasiswa.
“Secara prinsip, kampus adalah tempat satu-satunya yang masih tersisa di negeri ini untuk bertengkar pikiran. Adu akal dan pendapat. Jangan sampai kampus sepi dari hiruk pikuk sikap kritis,” tukasnya.
Sehingga, menurut dia, akademik harus memberi ruang lahirnya mahasiswa-mahasiswa yang kritis dan terbiasa berdebat dan mempertengkarkan pikiran.
“Tetapi mahasiswa, khususnya kawan-kawan di Acta Surya, juga harus belajar tentang etik jurnalistik dan prinsip nilai jurnalisme yang diajarkan Bill Kovach, tentang sumber anonim dan sejenisnya,” tuturnya.
Apakah yayasan akan mengevaluasi Ketua Stikosa-AWS? “Yayasan bukan fokus di soal evaluasi, tetapi memastikan Stikosa dan civitas akademik, dalam hubungan segitiga antara yayasan-kampus dan alumni, berjalan lebih baik ke depan. Sehingga, menjadikan kampus komunikasi tertua di Indonesia Timur ini semakin diperhitungkan di dunia komunikasi,” ujarnya.
“Saya pribadi minta kepada mahasiswa untuk sekali saja aksi demo di kampus. Karena bagi saya, unjuk rasa adalah bentuk dari kita tidak bisa duduk bersama. Unjuk rasa adalah bentuk dari kebuntuan komunikasi. Menjadi paradoksal, bila terjadi kebuntuan komunikasi di kampus yang mengajarkan komunikasi,” pungkasnya. (tok/kun)







