Gresik (beritajatim.com) – Banjir akibat meluapnya Kali Lamong, di Kabupaten Gresik selama sepekan lebih, masih belum surut. Selain meluap, banjir tersebut juga disebabkan tanggul jebol. Imbasnya, ada 8 desa di Kecamatan Cerme, masih terendam banjir. Bahkan, ada desa yang terisolir akibat jalannya terendam banjir.
Salah satu desa yang terisolir yakni Desa Tambakberas, Kecataman Cerme. Di desa ini akes jalannya terputus karena terendam air setinggi 70 centimeter. Banjir yang melanda daerah itu diakibatkan tanggul jebol di Desa Jono sehingga air meluber ke pemukiman warga.
Sejak kemarin (24/2), warga di desa tersebut memilih untuk tetap tinggal di rumah, namun sebagian lagi terpaksa mengungsi akibat rumahnya terendam banjir. Petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat menyediakan 2 perahu di lokasi, untuk digunakan sebagai transportasi keluar masuk warga yang membutuhkan.
[berita-terkait number=”5″ tag=”banjir-kali-lamong”]
“Kami menyediakan perahu karet buat aktivitas warga mengingat sebagian besar jalan desa masih terendam banjir,” ujar Kepala Bidang (Kabid) Logistik dan Kedaruratan (BPBD) Kabupaten Gresik, FX Driatmiko, Sabtu (25/02/2023).
Selain merendam rumah warga, akibat tanggul jebol juga merendam ratusan hektar lahan tambak milik warga, sehingga banyak ikan yang hanyut terbawa banjir. “Petani tambak banyak yang merugi karena banyak ikan yang hanyut akibat terseret banjir,” ujar Rochman salah satu warga Desa Tambakberas.
Banjir akibat luapan Kali Lamong hingga hari ketujuh ini, masih belum kunjung surut. Kendati tiga kecamatan yakni Kecamatan Balongpanggang, Benjeng dan Kedamean sudah mulai surut. Sementara di Kecamatan Kebomas masih terdapat 1 desa terdampak, di Kecamatan Cerme 8 desa dan di Kecamatan Menganti sebanyak 6 desa. [dny/kun]






