Gresik (beritajatim.com) – Pasca dioperasikannya Tol Krian Legundi Bunder Manyar (KLBM) Gresik sambung ke Sidoarjo -Surabaya-Mojokerto (Sumo) pengguna jalan yang memanfaatkan jalan tol tersebut belum ada kenaikan.
Keberadaan Tol KLBM-Sumo sangat krusial. Terlebih lagi Kabupaten Gresik merupakan daerah industri. Dimana, mobilitas logistik diharapkan bisa lebih cepat. Sedangkan kalau melalui jalan umum dipastikan sering terjadi kemacetan.
Kepala Bidang Lalu Lintas Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Gresik, Suudin mengatakan, sejak pertama kali KLBM beroperasi pengguna jalan yang melintas di tol sepanjang 29 kilometer itu belum signifikan. Apalagi truk-truk besar.
“Masih banyak truk masih memilih lewat bawah. Meski dari segi waktu sangat jauh menyita,” katanya, Jumat (24/02/2023).
Ia menambahkan, selama ini titik-titik seperti di persimpangan Legundi, persimpangan Boboh masih terjadi kemacetan. Penyebabnya, banyak truk-truk besar masih melintasi jalan penghubung Gresik-Mojokerto itu.
“Para pengusaha angkutan di Kabupaten Gresik rata-rata mengeluhkan lantaran biaya tarif tol KLBM mahal. Sehingga mereka lebih memilih melintasi jalan umum,” imbuhnya.
Baca Juga: Tol KLBM-Sumo Dibuka Akhir Tahun 2022
Terkait dengan ini lanjut Su’udin, dirinya mengusulkan agar ada kebijakan pengurangan tarif. Pasalnya, Gresik sebagai kota industri ini begitu banyak truk-truk yang membutuhkan akses lalu lintas yang efisien.
“Kami usulkan, apalagi setelah terhubung dengan Transjawa ini, jika tarifnya murah, kami yakin bakal ramai,” ungkapnya.

Sementara itu, Pj Sekretaris Perusahaan PT Waskita Bumi Wira (WBW) Dicky F Novianto menuturkan, setelah satu hari beroperasi ini pihaknya belum bisa menilai secara utuh mengenai pengguna KLBM-Trans Jawa. Meski demikian, secara berkala pihak PT WBW akan melakukan evaluasi mengenai pengguna KLBM tersebut.
“Jika dilihat dari closed circuit television (CCTV), banyak kendaraan yang melintas dari Mojokerto menuju ke Gresik. Namun, belum bisa dipastikan dengan data scan di lapangan. Hal itu belum bisa dievaluasi, kalau dikatakan ramai juga belum. Tapi sudah ada yang melintas dan tidak sepi,” tandasnya. (dny/ted)





