Ngawi (beritajatim.com) – Usai Ahmad Romdon (45) warga Desa Sirigan Kecamatan Paron Kabupaten Ngawi, Jawa Timur terbukti meninggal dunia karena dibunuh istrinya, Anis Puji Lestari, sang putra F (14) kini dirawat oleh Suroto dan Yustin.
Diketahui, Suroto dan Yustin adalah pasutri di desa setempat dan kerabat Ahmad Romdon dan Anis Puji Lestari satu-satunya. Suroto sendiri adalah kakak kandung Romdon yang tinggal di sebelah timur rumah Romdon.
Suroto mengaku jika dia memiliki empat anak, tiga diantaranya masih kuliah, sekolah di madrasah aliyah (MA), dan yang bungsu di madrasah tsanawiyah (MTs). Sementara yang anak pertama sudah menikah.
Kini, dia dan istrinya, Yustin siap merawat F dengan sebaik mungkin. Dia bakal merawst F seperti anaknya sendiri pasca ayah F sudah meninggal dan ibunya menjalani proses hukum.
[berita-terkait number=”5″ tag=”pembunuhan”]
“Saat ini saya yang merawatnya. Alhamdulillah, dua hari ini akhirnya keponakan saya itu sudah mau bersekolah lagi. Sebelumnya, masih trauma sehingga sempat tidak mau sekolah,” kata Suroto, Kamis (23/2/2023)
Suroto tak menyangka kejadian kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) itu menimpa keluarga adiknya. Namun, dia bertekad untuk merawat F yang saat ini masih butuh perhatian orang tua dan biaya sekolah itu.
Sementara itu, Yustin hanya bisa menangis sedih di pusara adik ipar. Dia memang merasa tak terima atas kejadian yang menimpa adik iparnya itu. Namun, karena pelaku juga masih kerabat, dia tak bisa berbuat banyak. Apalagi, pelaku yakni Anis Puji Lestari juga masih memiliki anak. “Sebenarnya saya juga tidak terima. Tapi mau bagaimana lagi, pelakunya masih keluarga. Saya sedih sekali,” kata Yustin.
Segini Hutang yang Ditanggung Romdon dan Anis
Kades Sirigan Suyanto mengungkapkan jika pasangan suami istri itu memiliki hutang puluhan juta ke pinjaman online. Hutang itu sudah ditanggung keduanya sejak 2019 lalu. Mereka terpaksa hutang karena harus membiayai selamatan meninggalnya kedua orang tua Romdon.
“Awalnya ayahnya Pak Rom (Romdon) ini kan sakit. Terus meninggal, selang 40 hari, ibunya juga meninggal. Setelah itu kan selamatan terus kan ya. Karena itulah keduanya menanggung hutang itu,” kata Suyanto.
Namun, dia tak tahu apakah ada sesuatu yang lain yang harus dibiayai dari hutang itu. Pun, saat itu keduanya sempat bertengkar pasca Romdon tahu kalau Anis meminjam di pinjol sebanyak puluhan juta. Akhirnya, keduanya sempat didamaikan oleh sang kakak, Suroto.
BACA JUGA: Istri dan Anak Pria Sirigan Ngawi Alami Trauma Psikis
“Setelah itu, keduanya tetap hidup bersama. Istrinya Anis ini hidupnya sederhana sekali. Dia bahkan sering bersih-bersih kandang sapi, dia kan punya dua ekor sapi. Setelah bersih-bersih kandang itu pasti antar anaknya sekolah. Setelah itu cari rumput juga. Jadi buruh tani juga. Sementara, jika ada undangan jadi instruktur senam ya dilakoni juga,” lanjut Suyanto.
Suyanto juga menampik kabar jika Anis kerap hidup hedon atau bergaya tak sesuai kantongnya. Buktinya, dia giat bekerja. Begitupun Romdon yang juga banyak orderan perbaikan benda elektronik. “Tentu kami menyayangkan kejadian ini. Saya hanya berharap kejadian ini jadi pelajaran bagi siapa saja. Sehingga tidak kembali terulang, utamanya di desa kami,” katanya. (fiq/kun)






