Surabaya (beritajatim.com) – Unesa terus melakukan penguatan sumber daya manusia (SDM) yang unggul, tangguh, kreatif dan inovatif usai menjadi perguruan tinggi badan hukum (PTNBH).
Penguatan itu dilakukan Universitas Negeri Surabaya (Unesa) sebagai PTNBH, untuk menuju world class university (WCU). Selain itu, juga dalam rangka menjaga agar UKT mahasiswa tetap merakyat.
Plt Dirjen Dikti Prof Nizam mengatakan, Unesa harus pandai mengolah strategi untuk mengembangkan keunggulan yang dimiliki, seperti bidang disabilitas, seni dan olahraga. Menurutnya, diperlukan cara yang kreatif dan inovatif dalam mengembangkan bidang tersebut.
Prof Nizam menekankan, bahwa potensi dan berbagai unggulan tersebut harus dikelola dengan baik, serta dibutuhkan kreatifitas sehingga institusi menjadi mandiri, dan tidak mengandalkan pemasukan dari UKT mahasiswa.
[berita-terkait number=”5″ tag=”unesa”]
“Ke Surabaya melintas Jembatan Merah, lewat Tunjungan jangan lupa soto babat, Unesa telah menjadi PTNBH, UKT tetap merakyat dan bersahabat,” pantun Prof Nizam saat memberikan Kuliah Umum di Graha Unesa, Rabu (22/2/2023).
Dalam kesempatan itu, Prof Nizam juga membeberkan strategi LOTEK (Leadership, Ownership, Transformasi, Entrepreneurship, Kreatifitas). Menurutnya, kepemimpinan tidak hanya menitikberatkan pada rektor. Tapi seluruh elemen yang berada di dalam kampus.
Selanjutnya, seluruh SDM memiliki rasa bersama serta tanggung jawab bersama terhadap institusi. Kemudian, transformasi meliputi mindset, kinerja, cara kerja, organisasi, tata kelola keuangan, tata kelola SDM agar lebih optimal lagi dan berbagai transformasi yang lain.
Prof Nizam menyebut, terkait enterpreneurship, institusi bisa melihat peluang yang sudah ada dan mengubah tantangan menjadi peluang di seluruh level organisasi. Dirinya melihat, tak sedikit kampus setelah menjadi PTNBH yang dipikirkan adalah mencari uang.
“Padahal bisa dilakukan dengan cara efisiensi di aspek belanja barang, ATK, rapat yang banyak. Itu harus dikurangi. Untuk apa duduk rapat 2-3 jam untuk pembahasan yang tidak ada kesimpulannya,” cetusnya.
Terakhir, kata Prof Nizam, PTNBH diberikan modal berbentuk aset. Nah, aset tersebut jika tidak dikelola dengan baik maka malah akan menjadi beban.
Sementara itu, Rektor Unesa, Prof Nurhasan mengatakan bahwa salah satu kunci yang perlu dimatangkan oleh pihaknya adalah SDM, sebagai kekuatan dalam melakukan sejumlah transformasi ke depan.
“Seluruh pejabat Unesa hadir semua di sini tujuannya agar semakin matang dan siap melakukan berbagai dobrakan dan lompatan di masing-masing lini. Banyak insight dari narasumber yang bisa jadi acuan, seperti efisiensi, efektivitas dan kreativitas lembaga sehingga tidak berdampak pada UKT dan seterusnya,” tandasnya. [ipl/kun]






