Malang (beritajatim.com) – Program Profesi Guru (PPG) Sekolah Pascasarjana Universitas Negeri Malang (UM) jadi tempat belajar Program Studi (Prodi) PPG Universitas PGRI Semarang (Upgris). Salah satu tujuan mereka ke PPG UM adalah untuk kegiatan benchmarking.
Asisten Direktur Program Pascasarjana UPGRIS, Dr. Titik Haryati, M.Si, yang sekaligus ketua rombongan menyampaikan tujuan pelaksanaan untuk meningkatkan kualitas penyelenggaraan PPG UPGRIS secara umum. Mereka ingin belajar secara khusus terkait hal-hal teknis pengelolaan PPG di UM.
“Pascasarjana Upgris baru 12 tahun. Ibarat sekolah, usia 12 tahun masih lulus SD, kami perlu belajar ke UM belajar lebih lanjut. Awalnya Pascasarjana Upgris hanya jurusan manajemen, lalu di tahun 2018 ada PPG, dan prodi-prodi lain. Selain meningkatkan kualitas penyelenggaraan PPG Upgris, kami juga belajar terkait hal teknis pengelolaan PPG di UM,” ujarnya.
[berita-terkait number=”5″ tag=”UM”]
Pada pertemuan itu ada sejumlah hal yang dibahas diantaranya upaya program pengelolaan alumni, peningkatan penelitian tindakan kelas (PTK), tata kelola PPG, gambaran pelayanan asrama, peningkatan publikasi artikel dan jurnal, pembinaan kewirausahaan bagi mahasiswa PPG, serta penjaminan mutu.
Dia juga menceritakan terkait kendala pelaksanaan PPG di Upgris. Salah satunya terkait masalah finansial.”Kami sudah berusaha sebaik-baiknya untuk mengelola PPG sesuai arahan pemerintah, namun namanya perguruan tinggi swasta masih ada kendala, utamanya financial, karena sumber kami hanya berasal dari mahasiswa,” jelasnya saat dimintai keterngan pada Rabu (22/2/2023).
Dari pihak UM, Kaprodi PPG UM, Dr. Muhammad Alfan, S.Pd., M.Pd, menjabarkan manajemen Pengelolaan PPG di UM. Saat ini tata kelola PPG berbasis digital, dengan layanan web, dan mengakomodasi LMS dari Kemdikbud Ristek.
“Pada tahun 2023, PPG UM membentuk divisi mutu untuk meningkatkan mutu PPG UM,” jelas Muhammad Alfan, sedini mungkin pihaknya sudah menyusun proses akreditasi, mengadakan kerja sama dengan sejumlah pihak, penguatan MoU dan PKS.
“Kami juga menginiasi Jurnal PPG, aktif dalam pemberitaan baik media online maupun cetak, melakukan pengembangan penelitian pengembangan institusi dalam rangka peningkatan mutu manajemen PPG. Kami juga rutin pertemuan ilmiah rutin tiap tahun dalam international Seminar ICITEP (International Conference on Innovation and Teacher Profesionalism),” jelasnya.
Selain itu, Dosen Departemen Sastra Arab tersebut menambahkan, mahasiswa PPG UM juga dibekali kegiatan wawasan sains dan budaya, bela negara, dan kepramukaan. Menurutnya, PPG UM tidak hanya berupaya pemenuhan target GTK, namun juga pencapaian-pencapaian yang mendukung terlaksananya visi misi UM.
Senada dengan itu, Wakil Direktur Sekolah Pascasarjana UM, Prof. Dr. Yusuf Hanafi, S.Ag menyampaikan tentang ruang lingkup Sekolah Pascasarjana UM. “Di Sekolah Pascasarjana UM, awalnya juga seperti yang ada di UPGRIS, menyelenggarakan banyak prodi. Namun, sejak tahun 2017 sesuai kebijakan, Pascasarjana hanya mengelola prodi yang interdisipliner, yaitu S2 dan S3 Pendidikan Dasar dan PPG. Untuk Program studi yang lain balik ke fakultas,” ujarnya.
Acara yang berlangsung dua hari lalu tersebut dilanjutkan dengan sharing session antara pengelola PPG UM dan Upgris.Para delegasi UPGRIS ini disambut oleh Wakil Direktur Sekolah Pascasarjana UM, Prof. Dr. Yusuf Hanafi, S.Ag., M.Fil.I., Kaprodi PPG UM, Dr. Muhammad Alfan, S. Pd., M.Pd. dan para Tim Pengembang PPG UM. (dan/kun)







