Gresik (beritajatim.com) – Ratusan siswa dari Sekolah Adiwiyata di Kabupaten Gresik diajari cara mengelola sampah yang benar. Edukasi ini dilakukan mengingat sampah yang masuk ke tempat pembuangan akhir (TPA) Ngipik Gresik rata-rata mencapai 250 ton per hari.
Kegiatan yang diikuti 30 Sekolah Adiwiyata Gresik tersebut juga rangkaian memperingati Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) 2023.
Di agenda itu, 150 siswa mendapat edukasi bagaimana pengolahan sampah. Mulai dari pemilahan, komposting, dan magot hingga penanaman dan pembibitan.
Kepala UPT TPA Ngipik Gresik Purwaningtyas Noor Mariansyah menuturkan, edukasi ini diberikan supaya siswa tahu sampah, bisa dimanfaatkan kembali dan mana yang residu. Untuk sampah organik, siswa diajarkan untuk membuat kompos.
“Setelah menjadi kompos, kemudian diajari untuk pembibitan tanaman menggunakan kompos yang dibuat oleh siswa,” tuturnya, Selasa (21/02/2023).
Ia menambahkan, edukasi pengolahan sampah ini cukup penting untuk siswa. Mereka bisa menularkan ilmunya kepada teman maupun lingkungan di sekitarnya. Malahan, dari sampah pun bisa memiliki nilai ekonomis.
“Dari hasil edukasi ini para siswa yang terlibat langsung bisa mengetahui bahwa sampah bisa diolah lagi asal dikelola dengan benar,” imbuhnya.
[berita-terkait number=”4″ tag=”gresik”]
Melalui edukasi ini lanjut Purwaningtyas Noor, dirinya berharap kegiatan ini bisa mengubah pola pikir siswa tentang sampah. Dimana sebetulnya sampah bisa diolah lagi hingga menjadi barang bernilai ekonomis.
“Ini setiap hari kami memilah sampah yang bisa diolah lagi supaya tidak terus menumpuk terus,” pungkas Kepala UPT TPA Ngipik Gresik itu. [dny/but]






