Jember (beritajatim.com) – Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) Jawa Timur tengah berusaha membantu pemasaran produk para anggota. Mereka sudah membuat platform pemasaran Hipmi Circle.
“Harapannya Hipmi Circle bisa diakses teman-teman anggota Hipmi Jember. Kami dari Hipmi Jatim tiap bulan bersama Pemerintah Provinsi Jatim mengikuti agenda misi dagang ke seluruh Indonesia dan empat negara tahun ini,” kata Sekretaris Badan Pengurus Daerah Hipmi Jatim Edra Bramantya, usai acara pelantikan Badan Pengurus Cabang (BPC) Hipmi Jember periode 2022-2025, di Pelita Hati International School, City Forest, Kaliurang, Jember, Sabtu (18/2/2023) malam.
Edra berharap agenda misi dagang ini juga bisa dimanfaatkan anggota Hipmi Jember untuk pemasaran produk usaha mikro kecil menengah. “Saya kira memang harus berkolaborasi dengan pemerintah kabupaten. Intinya kami bermitra dengan pemerintah daerah setempat dengan harapan bisa meningkatkan jumlah pengusaha muda dan membantu mengatasi hambatan-hambatan. Syukur-syukur kita bisa menciptakan lapangan pekerjaan,” katanya.
Hipmi Jatim mendukung program-program yang dicanangkan Hipmi Jember. “Selama program itu bisa dilaksanakan dalam tiga tahun, saya kira akan memiliki dampak bagus. Apalagi tadi Ketua Umum Hipmi Jember (Restu Prayogi) akan berfokus dari daerah pinggiran dulu. Itu segmen masyarakat yang jarang tersentuh. Ketika Hipmi bisa hadir di situ tentunya bisa memberikan dampak positif bagi kemakmuran warga Jember,” kata Edra.
[berita-terkait number=”4″ tag=”umkm-jember”]
Pengembangan UMKM tetap akan menjadi fokus pembinaan Hipmi Jember. “Ini karena UMKM berkaitan langsung dengan ekonomi kerakyatan, dan kita yakin dengan mengembangkan UMKM, kita bisa membantu perekonomian di Jember,” kata Prayogi.
Hipmi mulai menyentuh desa, menurut Prayogi, karena sejumlah persoalan di Jember muncul karena kesenjangan sosial ekonomi masyarakat kota dan desa. “Kami berterima kasih kepada bupati yang sudah memperbaiki infrastruktur sampai ke desa-desa. Ini membantu proses pengembangan maupun pertumbuhan ekonomi masyarakat desa. Tapi itu belum cukup kalau kita tidak masuk ke sana dan mengembangkan (potensi) di sana,” katanya. [wir/but]






