Surabaya (beritajatim.com) – Berinovasi sejak dini. Hal yang yang dilakukan sejumlah siswa dan siswi kelas XI SMA Negeri 10 Surabaya.
Inovasi yang dilakukan akhirnya membuahkan hasil. Spray anti nyamuk dari bahan alami berhasil meraih juara dalam ajang Asean Innovative Science Environmental and Entrepreneur Fair di Semarang, 14 Februari 2023 lalu.
Ellianne Dannete adalah salah satu siswi kelas XI ini yang memiliki gagasan awal untuk membuat produk inovasi cukup brilian. “Kita berkelompok untuk menciptakan ini,” ujarnya, Minggu (19/2/2023).
Gadis berusia 17 tahun ini tidak sendiri. Dia dibantu oleh enam anggota. Bahkan salah satu anggotanya masih duduk di kelas X. “Kita menciptakan dari ide yang disepakati bersama,” katanya.
Dia menciptakan spray ajaib. Fungsinya cukup sederhana. Tapi memiliki manfaat yang terasa. “Ini adalah spray pengusir nyamuk,” tuturnya.
Dari hobby membaca, mereka semua mengaku mendapat referensi. Sehingga, ide produknya berasal ketika membaca jurnal ilmiah. “Kita perdalam dengan pembimbing dan terus membaca jurnal,” terangnya.
Nama produknya adalah Avocado Seed Kernel Spay as Substance For Synthetic Mosquito Repellent (AVSEEL). Bentuknya cair dan dikemas ke dalam botol. Produknya mirip hand sanitizer. “Tapi fungsi dan kandungannya berbeda,” jelasnya.
Kandungan yang membedakan adalah produknya tidak mengandung alkohol. Menurutnya, bakal lebih aman terhadap kulit. Karena untuk beberapa kasus terdapat kulit sensitif terhadap alkohol.
Prosesnya cukup panjang. Dia menggunakan biji alpukat sebagai bahan dasarnya. Kemudian tahapannya adalah mengekstrak biji itu. “Ada proses pemotongan kecil-kecil. Kemudian dihancurkan sampai menjadi serbuk,” paparnya.
Lalu dikeringkan serbuk itu menggunakan oven. Setelah dirasa kering, bahan itu masuk ke dalam laboratorium. Proses selanjutnya adalah distilisasi dan evaporasi.
[berita-terkait number=”4″ tag=”surabaya”]
Elli menjelaskan hasilnya berupa cairan. Dia menggunakan akuades sebagai pelarut. Proses terpentingnya adalah menentukan efektifitas.
“Kita masukkan ke beberapa konsentrasi. Hasil paling efektif sekitar 30 persen untuk menjadi obat anti nyamuk ini. Proses selanjutnya kita tambahkan aromaterapi nonalkohol,” bebernya.
Dia mengatakan prosesnya sekitar 3,5 bulan. Angka itu terdiri dari 1,5 bulan proses pembuatan. Sisanya adalah waktu untuk observasi dan bimbingan. “Tantangannya cuma masalah waktu. Karena cukup mepet dengan lomba,” imbuhnya. [way/but]






