Jember (beritajatim.com) – Tahun ini adalah tahun politik. Namun Bupati Jember Hendy Siswanto mengingatkan agar politik tidak meminggirkan pengendalian inflasi dan persoalan kesehatan seperti tengkes (stunting), perbaikan gizi, penanganan angka kematian ibu dan bayi, serta penanganan kemiskinan ekstrem.
“Tahun 2023 adalah tahun politik. Tapi ekonomi harus kita jaga. Angka stunting dan problem angka kematian ibu dan bayi pun harus kita tekan sekecil mungkin,” kata Hendy di hadapan para kepala desa dan lurah, dalam acara Sosialisasi Pemutakhiran Data Pemilu 2024 dan Penandatanganan Kerjasama Layanan Adminduk di Lingkup Tugas KPU, di Aula PB Sudirman, Rabu (15/2/2023).
“Pesta demokrasi tahun 2024 harus diwujudkan sebagai pesta betul. Pesta yang dimaknai sebagai kebahagiaan. Kebahagiaan itu bukan dimaknai hanya kampanye dan pemilu saja, saat pencoblosan saja. Kebahagiaan itu harus dikemas lengkap,” kata Hendy.
Hendy ingin pemilu memiliki dampak besar dalam kehidupan masyarakat. “Namanya saja pesta. Kalau judulnya pesta demokrasi, harus asyik, bahagia, semua bersaudara,” katanya.
[berita-terkait number=”5″ tag=”Jember”]
Hendy berharap rangkaian pemilu bisa menggerakkan perekonomian di Jember.
“Nanti kami akan berkolaborasi dengan Komisi Pemilihan Umum untuk membikin event-event. Saya minta camat agar mengundang KPU setiap ada event. Sisihkan waktu 10-15 menit untuk KPU menyosialisasikan pemilu. Saya juga minta kepada lurah dan kepala desa untuk mengundang KPU kalau ada acara,” katanya.
Sinergi ini menurut Hendy penting. “KPU mengeluarkan uang, biaya semua kegiatan. Anda punya kegiatan, masukkan (libatkan) KPU. Libatkan UMKM. Ada uang berputar. Artinya, KPU bukan hanya menghabiskan uang, tapi membantu perekonomian Jember,” katanya. [wir/beq]






