Malang (beritajatim.com) – 108 karya seni terlihat menghiasi dinding Dewan Kesenian Malang (DKM). Berbagai sketsa outdoor dan sketsa model menjadi sajian yang enak dipandang. Terlihat pengunjung dari berbagai usia turut menikmati karya seni itu.
Pameran tersebut diinisiasi oleh komunitas sket ndek kene dan teras gambar. Mokhamad Junaedi, ketua pelaksana kegiatan menjelaskan jika awal ide pameran tersebut berasal dari kelas kolektif yang diisi anggota dari berbagai latar belakang.
Karya seni itu tak hanya dinikmati kalangan dewasa. Terbukti, kata Junaedi, siswa SLTP dan SLTA di sekitar juga tertarik menikmati berbagai sajian gambar.
Jadi pameran ini pameran ke 3 dari kelas sket ndek kene dan teras gambar. Setelah setahun berdirinya kelas ini mengusung tema ‘Kirim Gambar’ dengan tagline from gratul – gratul to be grateful,” katanya pada Kamis (15/2/2023).
“Seperti pameran sebelumnya. Kita menampilkan proses teman-teman kelas dalam mengolah teknis drawing dan sketsa.Kelas yang berawal dari ‘Kekancan’ ini jadi menarik karena kita berasal dari beragam latar belakang. Ada yg masih memulai, sampai yg profesional semua lebur jadi satu,” sambung Djunaedi.
Pameran ini berlangsung dari tgl 11-15 Februari. Ia menjelaskan jika kelak gambar yang menghasilkan pameran itu biasanya digilir tiap sesi pertemuan seminggu sekali. Minggu pertama sket outdoor minggu kedua sketsa model.
[berita-terkait number=”3″ tag=”dewan-kesenian-malang”]
Sketsanya, dibuat menggunakan tinta cina dan pena bambu agar peserta kelas merasakan kesulitan pada proses menggores pena bambunya. “Ini menjadi menarik karena hasil dari goresan teman-teman menciptakan goresan tidak terduga, ekspresif dengan karakteristik tiap anggotanya,” sambungnya.
Menurutnya, kelas Teras Gambar lebih mendalami dan mengenali pada proses beragam teknik drawing dari dekoratif, kolase, scribble, dan lainnya. Sehingga para anggota lebih mengenal proses drawing yang anti-mainstream.

“Tema yang diangkat pada pameran ketiga “sket ndek kene” & “teras gambar” adalah cara kami untuk bersilaturahmi dengan teman-teman yang sudah jarang kami jumpai, dengan harapan dan asa untuk sama-sama tetap berproses pada hal yang digemari,” katanya.
Ia juga memaparkan bahwa pameran ini merupakan wujud terima kasih pada para penggiat yang sedang melanjutkan impiannya. “Ini persembahan kami pada progress karya teman-teman yang masih aktif untuk sama-sama berkarya,” pungkas Junaedi. (dan/ted)






