Pacitan (beritajatim.com) – Sebanyak 2.000 bibit pohon Mangrove kembali ditanam di Pantai Soge Desa Sidomulyo Kecamatan Ngadirejo Kabupaten Pacitan. Tentu penanaman pohon di bibir pantai ini, bertujuan untuk mencegah abrasi oleh derasnya air laut yang menyapu pantai.
Penanaman ribuan pohon Mangrove itu dilakukan oleh masyarakat Desa Sidomulyo dengan Disaster Management Center (DMC) Dompet Dhuafa. Kegiatan penamaan pohon Mangrove ini merupakan program pendampingan Kawasan Tangguh Tanggap Bencana (KTTB).
Selain dari DMC Dompet Dhuafa penanaman pohon Mangrove ini, didukung oleh beberapa pihak. Mulai dari Kodim 0801 Pacitan, Polres Pacitan, Pramuka dan Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Desa Sidomulyo.
“Penanaman bibit Mangrove ini adalah salah satu bentuk KTTB Sidomulyo di Pacitan. Alhamdulillah kegiatan ini mendapatkan dukungan masyarakat, Kodim O801 Pacitan, Polres Pacitan, rekan pramuka, serta FPRB Desa Sidomulyo,” terang Abdul Aziz salah satu Tim Community Resilience and Advocacy DMC Dompet Dhuafa, Selasa (14/02/2023).
Kegiatan serupa juga pernah diadakan, yakni pada bulan Oktober 2022 lalu. Jumlah dan jenis pohon yang ditanam pun sama. Abdul Aziz juga menceritakan bahwa pihaknya bersama masyarakat setempat juga membuat tembok laut. Pembangunan tembok laut itu dengan cara menumpuk batu boulder di bibir pantai.
[berita-terkait number=”3″ tag=”pacitan”]
Hal itu dilakukan sebagai pelindung kerusakan pantai. Selain itu, juga bisa untuk menambah supply sedimen. Nah, sedimen inilah yang bisa untuk ditanami pohon Mangrove atau pohon keras. “Mudah-mudahan masyarakat di sini semakin peduli dengan vegetasi pantai. Dimana vegetasi ink sebagai penahan abrasi dan menjebak sedimentasi,” lanjutnya.
Selain itu juga dilakukan penyusunan struktur buis beton, yang berguna untuk menjebak sedimen. Tujuannya tidak lain untuk mempertahankan garis pantai sebagai pelindung pantai terhadap erosi. Selain itu penyusunan bui beton ini juga berguna untuk menahan arus sungai ketika banjir dan pasang laut serta mengembalikan muara pantai.
Kabupaten Pacitan dekat dengan pertemuan lempeng benua, sehingga membuat daerah ini sangat rawan dengan gempa dan tsunami. Pencegahan terhadap abrasi bisa dilakukan sedini mungkin, salah satunya dengan penanaman pohon Mangrove tersebut.
“Insyallah dengan penanaman pohon Mangrove ini, ke depan Pantai Soge ini tidak terjadi lagi abrasi,” kata Dandim 0801 Pacitan, Letkol. Infanteri Roliyanto. [end/suf]






