Sidoarjo (beritajatim.com) – Dewan pakar DPP Partai Gerindra Bambang Haryo Soekartono (BHS) meminta ada penanganan serius dari pemerintah soal banjir yang melanda Desa Kedungbanteng Kecamatan Tanggulangin Kabupaten Sidoarjo.
Terlebih banjir itu juga melanda halaman dan beberapa ruangan kelas SMPN 2 Tanggulangin. “Akibat banjir itu, sistem belajar belajar terganggu. Kasihan mereka, sudah lebih dari dua pekan, kegiatan sekolah terganggu,” ucapnya saat meninjau sekolah SMPN 2 Tanggulangin Senin (13/2/2023).
Bersama Tim BHS Peduli, BHS berjanji akan memberikan bantuan sekitar 200 pasang sepatu boot yang bisa dipakai para guru dan juga siswa yang sekolah.
“Nanti akan saya mintakan ke partai melalui anggota Fraksi Gerindra DPRD Sidoarjo sebanyak 150 pasang,” tukasnya.
[berita-terkait number=”3″ tag=”bambang-haryo”]
BHS menjelaskan, kenapa ia mendorong segera ada penanganan serius, karena mereka yang ruangan kelasnya tergenang air sudah tiga pekan ini belajarnya di masjid sekolah secara bergantian. Ada 7 ruangan yang terendam banjir mereka bergiliran belajar di masjid, dan juga sistem daring.
Bambang Haryo melihat koleksi piala siswa SMPN 2 Tanggulangin yang berprestasi[/caption]
“Sampai kapan mereka akan belajar secara demikian. Padahal ruangan yang banjir ini sudah dilakukan peninggian sebelumnya. Makanya saya meminta harus ada penanganan serius atau solusi yang baik agar belajar mengajar di SMPN 2 Tanggulangin tidak terganggu lagi,” tegas mantan anggota DPR RI 2014-2019 itu.

Lebih jauh Dewan Penasehat DPW Partai Gerindra Jawa Timur itu menjelaskan, di SMPN 2 Tanggulangin itu banyak siswa yang berprestasi di lomba tingkat belajar. Prestasi dalam pendidikan maupun olahraga yang diikuti.
“Dengan sistem belajar mengajar terganggu, tentunya juga akan mempengaruhi prestasi siswa yang ada. tidak bisa belajar secara normal, tidak bisa latihan ekstrakurikuler dan lain sebagainya. Kalau prestasi siswa hilang atau tidak ada lagi akibat karena sekolah dan halamannya banjir tentunya sangat disayangkan sekali,” paparnya.
Salah seorang guru mengakui kalau beberapa ruangan di SMPN 2 Tanggulangin, tahun sebelumnya juga pernah ditinggikan, tapi tetap saja terkejar oleh ketinggian air banjir.
“Kini beberapa ruangan juga ditinggikan lagi. Entah kalau nanti masih saja air banjir masuk ke ruangan kelas yang ada,” imbuhnya khawatir. (isa/ted)






