Surabaya (beritajatim.com) – Inilah pekerjaan yang diprediksi bakal populer di tahun 2023 ini. Simak prediksi pakar teknologi dari perusahaan Microsoft berikut.
Chairman and Chief Executive Officer Microsoft Corp, Satya Nadella, membagikan pandangannya tentang masa depan dunia kerja di Davos 2023.
Di zaman sekarang, ada setidaknya tiga isu mengenai dunia kerja di masa depan yang sedang marak didiskusikan. Pertama, mengenai paranoia produktivitas – di mana para pemimpin bisnis mempertanyakan produktivitas sementara pekerja merasa lelah.
Kedua, mengenai pekerja yang memiliki koneksi orang-ke-orang dan mempelajari soft skill. Ketiga, mengenai kecerdasan buatan yang akan menjadi co-pilot bagi pekerja di masa depan.
The World Economic Forum’s Future of Jobs melaporkan dan menganalisis prospek adopsi teknologi, pekerjaan, dan keterampilan, serta bagaimana ketiganya berkembang.
Bagaimana jika pekerjaan kita akan berubah dalam beberapa bulan dan tahun mendatang?
Ini adalah pertanyaan yang muncul di benak banyak orang, saat kita memasuki fase baru, dengan pengembangan berkelanjutan dari kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) generatif, hybrid dan teknologi lainnya.
Satya Nadella, membagikan pandangannya di forum Davos 2023 ketika dia duduk untuk bercakap-cakap dengan Pendiri dan Ketua Eksekutif World Economic Forum, Klaus Schwab.
Berikut adalah tiga poin utama yang muncul dari diskusi luas yang mencakup teknologi, AI, keamanan dunia maya, dan metaverse, di antara topik lainnya.
1. Paranoia produktivitas
Nadella menguraikan apa yang dia gambarkan sebagai paranoia produktivitas. Pemimpin merasa ketakutan bahwa Beker dengan jarak jauh dan hybrid akan mengurangi produktif karyawan daripada penuh waktu di kantor, meskipun kinerjanya lebih baik dari sebelumnya.
“Setiap pemimpin bisnis atau perusahaan pasti berpikir bahwa pekerja mereka tidak produktif. Alih-alih berpikir bahwa semua orang yang bekerja sedang merasa kelelahan.” Ada hubungan yang jelas antara kepuasan pekerja dengan output mereka.
Nadella memprediksi bahwa isu tersebut akan semakin digaungkan di dunia kerja tahun ini. Menurutnya mengatasi hal ini membutuhkan interogasi terhadap data dan membuat rencana untuk memperbaikinya. Tidak terkecuali peran pemerintah dalam membuat kebijakan untuk para pekerja.
[berita-terkait number=”5″ tag=”kerja”]
2. Kecerdasan buatan sebagai co-pilot
Perkembangan pembelajaran menggunakan teknologi yang semakin berkembang berarti juga mempermudah tugas-tugas kognitif dan kreativitas yang kompleks.
“Salah satu hal yang sering dipikirkan adalah bagaimana menggunakan teknologi ini untuk memberdayakan manusia agar bisa berbuat lebih banyak,” kata Nadella.
Pengembang perangkat lunak dapat menggunakan AI generatif untuk menulis sekitar 80% dari seluruh kode yang biasa mereka pecahkan. Tetapi itu bukan berarti bahwa manusia tidak diperlukan atau proses kreatif mereka akan dibatasi.
Melainkan justru akan semakin mempermudah dan menciptakan kreativitas yang baru.
3. Kunci sukses para pekerja adalah menguasai berbagai softskill
Menurut Nadella, setiap orang harus mempelajari soft skill baru dan meluangkan waktu untuk membina koneksi sosial mereka.
Dengan bekal tersebut, para pekerja bisa mencapai tangga kesuksesan terutama di bidang yang membutuhkan pembaruan terus menerus.
Demikianlah tiga poin utama yang disampaikan Satya Nadella di Davos 2023, yang mana mencakup teknologi, isu pekerja dan kemampuan pekerja yang dapat mendukung kesuksesan. (kai/ian)






