Bojonegoro (beritajatim.com) – Hasil pemeriksaan visum luar yang dilakukan terhadap Suparmono (43) warga Jalan Lettu Suwolo Gang Halte RT 23 RW 03 Kelurahan Karangpacar Kecamatan/Kabupaten Bojonegoro yang ditemukan meninggal dunia di dalam kamar rumah tidak ditemukan tanda-tanda bekas penganiayaan.
Menurut Kapolsek Kota Bojonegoro Kompol Mukodam, pria yang diketahui meninggal pada Kamis, (09/02/2023) sekitar pukul 16.30 WIB itu diduga dari hasil visum dan pengecekan medis, meninggal dikarenakan sakit dan keterangan dari Ketua RT, warga setempat dan pihak keluarga almarhum punya sakit lambung yang menahun.
“Jenazah sudah dalam kondisi membusuk tidak dikenali, hasil pemeriksaan luar tidak ada tanda-tanda kekerasan,” ujarnya, Jumat (10/02/2023).
[berita-terkait number=”3″ tag=”karang-pacar”]
Setelah dilakukan visum luar jenazah kemudian dimakamkan oleh pihak keluarga. Diperkirakan, pria yang hidup sebatang kara itu sudah meninggal sejak empat hari sejak ditemukan. Jasadnya diketahui oleh warga yang curiga, karena selama kurang lebih sepekan terakhir dia tidak keluar rumah. Sehingga warga berinisiatif untuk menjenguknya di rumah.
Menurut Ketua RT 23 Kelurahan Karang Pacar, Sujoko, jasad Suparmono pertama kali diketahui istrinya. Saat itu, Bu RT curiga karena belakangan tidak melihat sosok Suparmono keluar rumah. Saat dijenguk, jasad Suparmono diketahui sudah membujur kaku di atas tempat tidur kamarnya.
Beberapa bagian tubuhnya juga sudah mulai menghitam dan mengeluarkan bau menyengat. “Warga sebelumnya mengira bahwa bau busuk itu dari bangkai binatang. Tapi setelah masuk rumah ternyata jasad korban,” ujarnya, Jumat (10/02/2023). [lus/ted]






