Surabaya (beritajatim.com) – Persebaya tak terima jika suksesnya Marselino Ferdinan di dunia sepak bola saat ini karena campur tangan Shi Tae Yong, pelatih timnas Indonesia. Yahya Alkatiri, manajer Persebaya menegaskan jika moncernya Marsel bukan karena ia bermain di Timnas Indonesia, melainkan proses perjalanan karir pemain selama di klub internal Persebaya.
Karier pemain asal Surabaya ini berkembang sejak ia bermain di EPA saat usia adik dari Oktavianus Fernando ini berusia 14 tahun.
Skill dan kualitas permainan Marsel bukan dari trainning camp jangka panjang yang selalu dilakukan federasi setiap kali Timnas Indonesia akan bertanding kejuaraan melainkan Marsel mengikuti kompetisi internal yang dilakukan oleh Persebaya.
“Siapa bilang Marsel moncer karena Shin Tae Yong, Marsel sukses ini melalui proses yang panjang. Ia mengikuti sistem kompetisi yang selalu dilakukan oleh Persebaya yang mungkin di klub lain tidak ada makanya dia cepat berkembang,”ungkap Yahya.
[berita-terkait number=”5″ tag=”persebaya”]
Terlepas hal ini, sebelumnya Pelatih timnas Indonesia, Shin Tae-yong, merasa sedikit tersinggung terkait keputusan Marselino Ferdinan berkarier di luar negeri.
Marselino Ferdinan baru saja menandatangani kontrak kerjasama dengan klub kasta kedua Liga Belgia, KMSK Deinze, pada Rabu (1/2/2023) lalu.
Keputusan Marselino berkarier di luar negeri tentu membuat Shin Tae-yong pusing bukan kepalang. Sebab, Shin bisa jadi kehilangan pemain favoritnya di lini tengah pada Piala Asia U20 2023 Uzbekistan, 1-18 Maret mendatang.(way/kun)






