Jombang (beritajatim.com) – DPC PKB (Dewan Pengurus Cabang Partai Kebangkitan Bangsa) Kabupaten Jombang mengklaim bahwa hubungannya dengan NU (Nahdlatul Ulama) mulai tingkat ranting hingga pusat masih harmonis.
Hal itu diungkapkan Ketua DPC PKB Jombang Hadi Atmaji saat menggelar resepsi 1 Abad NU, Minggu (5/2/2023). Hadi berharap, di usia 1 Abad ini NU bisa menjadi rumah bagi semua golongan. “NU harus bisa memosisikan diri sebagai ormas yang bisa mengayomi semua golongan,” kata Hadi Atmaji.
Menurut Hadi, kebesaran PKB juga berkat tirakat dari para muasis NU pada saat mendirikan partai tersebut. PKB dan NU secara historis tidak bisa dipisahkan. Walhasil, hingga saat ini hubungan keduanya masih harmonis. “Hingga kini hubungan NU dan PKB di tingkat ranting hingga pusat masih harmonis,” paparnya.
[berita-terkait number=”3″ tag=”satu-abad-nu”]
“NU yang merupakan organisasi yang bisa menjadi percontohan bagi umat Islam. Didirikan langsung oleh para ulama yang berasal dari Jombang tentu menjadi sebuah kebanggan tersendiri. Semoga semakin jaya, NU bisa menjadi solusi, pemecah masalah yang dihadapi oleh masyarakat, bangsa dan negara,” harap Hadi.
Peringatan 1 Abad NU yang dilakukan PKB Jombang ini berlangsung meriah. Lokasinya, di 21 Kecamatan di Kabupaten Jombang, Minggu (5/2/2023) malam. Peringatan tersebut diawali dengan doa bersama dan istighasah.
Dalam acara itu, PKB menyembelih 25 ekor kambing. Usai istighasah, dilanjutkan dengan makan bersama. Seluruh hadirin guyup rukun saling bahu membahu menghidupkan organisasi yang didirikan oleh KH. Hasyim Asy’ari tersebut.

Seperti diketahui, kelahiran NU pada 1926. Ada tiga kiai yang menjadi pendiri organisasi tersebut, yakni Hadratussyaikh KH Hasyim Asyari dari pesantren Tebuireng, KH Abdul Wahab Chasbullah dari pesantren Tambakberas, serta KH Bisri Syansuri dari pesantren Denanyar Kabupaten Jombang.
Sebelum mendirikan NU, KH Wahab Chasbullah merintis embrio organisasi itu. Di antaranya,
Nahdlatut Wathan (Kebangkitan Tanah Air) pada tahun 1916, Taswirul Afkar atau dikenal juga dengan Nahdlatul Fikri (Kebangkitan Pemikiran) pada tahun 1918.
Selanjutnya, setelah dilakukan koordinasi dengan para kiai, akhirnya disepakati membentuk organisasi yang bernama Nahdlatul Ulama (Kebangkitan Ulama) pada 16 Rajab 1344 H pada kalender Hijriah, bertepatan dengan 31 Januari 1926 (masehi).
Organisasi ini dipimpin oleh KH. Hasyim Asy’ari sebagi Rais Akbar. Lambang NU yang memiliki latar warna hijau dengan gambar bola dunia, ikatan tali, tulisan arab, dan 9 bintang. Nah, pada tahun ini, usia orgasnisai tersebut berusia 100 tahun atau 1 abad. [suf/ted]






