Surabaya (beritajatim.com) – Banyak sekali jenis makanan khas dari daerah Banyuwangi, salah satunya ialah Pindang Koyong. Adapun berikut ini resep dan cara membuatnya.
Pindang Koyong merupakan masakan berkuah dengan bahan utamanya ikan pindang atau tongkol. Pindang Koyong sendiri cenderung bercita rasa pedas, sebagaimana ciri masakan khas Banyuwangi lainnya. Namun, dalam sajian ini ada sedikit rasa asam gurih terlebih pada kuahnya. Tak ayal jika menu ini banyak diminati wisatawan ketika berkunjung ke Kabupaten terluas di Jawa Timur ini.
Adapun berikut ini resep sekaligus cara membuat Pindang Koyong yang lezat khas Banyuwangi.
Bahan-bahan:
– 200 gram ikan laut segar (pindang, tongkol/fillet tuna)
– 5 lembar daun jeruk
– 1 batang serai
– 15 gram lengkuas
– 10 buah cabe rawit (sesuai selera)
– 1 buah tomat
– 5 buah belimbing wuluh
– 1 buah jeruk limau
– garam secukupnya
– gula pasir secukupnya
Bumbu halus:
– 5 siung bawang merah
– 3 siung bawang putih
– 1 buah cabai merah besar
– 1 buah cabai rawit
– 15 gram kunyit
– 15 gram jahe
– 15 gram terasi bakar
– 10 gram kemiri
– 3 gram ketumbar
– 3 gram lada hitam
[berita-terkait number=”5″ tag=”resep”]
Cara membuat:
1. Haluskan semua bahan bumbu halus, yang terdiri dari bawang merah, bawang putih, cabai merah besar, cabai rawit, kunyit, jahe, terasi bakar, kemiri, ketum air, dan lada hitam. Tidak lupa tambahkan sedikit saja air.
2. Rebus 500 mililiter air, kemudian masukkan bumbu halus tersebut. Aduk rata.
3. Masukkan ikan segar kedalam rebusan bumbu tersebut. Tunggu hingga ikan mulai setengah matang atau ketika bumbunya telah meresap.
4. Masukkan lengkuas yang telah digeprek, serta belimbing wuluh yang telah dipotong-potong.
5. Tambahkan bahan lain, seperti perasan jeruk limau, potongan cabe merah, dan serai yang telah digeprek.
6. Beri penyedap berupa garam dan gula pasir secukupnya. Aduk hingga merata dan tunggu hingga matang.
7. Jika ikannya sudah matang dan bumbu sudah meresap, masukkan tomat.
8. Pindang Koyong pun siap disajikan. Paling nikmat jika dinikmati bersama nasi yang masih hangat.
Sekadar untuk diketahui bahwa menu masakan ini kerap disajikan ketika acara-acara besar, seperti perayaan hari raya. Di mana keluarga besar berkumpul. Sehingga dapat dapat menjadi hidangan yang nikmat sekaligus mengesankan, terlebih bagi para perantau yang lama tak menikmati hidangan khas dari kota asal. (fyi/ian)






