Malang (beritajatim.com) – Mahasiswa yang belajar di Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) akan dihadapkan dengan berbagai persaingan dunia kerja. Terutama di era saat ini mahasiswa akan dituntut paham tentang digital marketing. Hal tersebut yang melandasi program studi (Prodi) Akuntansi, dan Perbankan Syariah FEB Universitas Islam Malang (Unisma) untuk mengadakan acara bertajuk ‘Digital Marketing Practitioner Course Bacht 2’.
Saat penutupan sekolah marketing turut digelar seminar yang mengupas tentang kebutuhan kompetensi digital marketing di dunia kerja. Acara yang diikuti sekitar 700 mahasiswa tersebut diadakan untuk meningkatkan kompetensi lulusan FEB Unisma dalam bidang digital marketing.

“Digital practitioner course ini kita adakan terus meningkatkan kompetensi lulusan. Selain itu, juga untuk membekali digital marketing agar tidak ada lagi perbedaan antara kebutuhan dan harapan dunia industri,” kata Dekan FEB Unisma Nur Diana, Jumat (03/01/2023).
Dia memandang kurikulum dari fakultas akan meluluskan mahasiswa yang adaptif, unggul, dan berkarakter 4.0. Hal tersebut akan sesuai dengan kebutuhan lapangan pekerjaan yang ada.

“Aktivitas marketing yang bisa diintegrasikan secara global. Melalui pemasaran digital seluruh target konsumen akan terjangkau dengan bantuan dari berbagai platform darung. Misalnya email, MMS, sms, software, media, dan situs web,” kata Diana.
Saat ini profesi sebagai seorang digital marketing menjadi 10 pekerjaan paling dicari di dunia. Sebagaimana dijelaskan dalam survei World Economics Forum 2021 dengan judul The Future Jobs. Ia berharap mahasiswa FEB Unisma tidak hanya sekedar menjadi sarjana, namun dapat bersaing di dunia industri, bahkan menciptakan lapangan pekerjaan.
[berita-terkait number=”3″ tag=”unisma”]
“Mahasiswa saya harap bisa membuka lapangan pekerjaan baru demi membangun ekonomi bangsa, apalagi di era digitalisasi saat ini. Sehingga kalian harus konsisten mengikuti proses pembelajaran yang berlangsung di fakultas,” jelasnya.
Sebagai informasi acara ini berlangsung atas kerjasama FEB Unisma dengan asosiasi digital marketing Indonesia (DIGIMIND). Sebagai luaran, nantinya peserta bakal melakukan ujian sertifikasi kompetensi digital marketing di lembaga mitra yaitu Lembaga Sertifikasi Profesi Digital Marketing Indonesia atau BNSP. [dan/but]






