Ngawi (beritajatim.com) – Pedagang ubi di Ngawi meninggal seketika usai tertemper KA Logawa. Insiden terjadi di Desa Tapas, Kecamatan Geneng, Kabupatan Ngawi, Jumat (3/2/2023) pukul 10.35 WIB.
Korban diketahui sebagai Widodo (49), warga Desa Dawung Kecamatan Jogorogo. Pria ini berjualan ubi di Pasar Hewan Kliwon Tapas.
Salah seorang karyawannya, Siti Nafikah mengaku tak tahu pasti bagaimana kejadian yang menimpa Widodo. Setahu dia, Widodo sehabis mengambil ketela di lapak satunya kemudian pergi entah ke mana.
Sesaat kemudian, dia mendengar kabar dari seseorang tentang kecelakaan kereta api. Saat itu, dia juga tidak tahu korban yang tertemper adalah majikannya.
“Ternyata Bapak Widodo yang tertabrak. Saya tidak tahu kejadian pastinya, karena setahu saya bapak habis ambil ketela dari lapak satunya. Habis itu pergi ke mana saya nggak tahu. Nggak taunya kok malah tertabrak kereta. Waktu kejadian saya melayani pembeli,” kata Siti, Jumat (3/2/2023).
Warga langsung berkerumun di sekitar lokasi dan mendapati Widodo sudah tidak bernyawa. Warga langsung melaporkan kejadian itu pada Polsek Geneng.
[berita-terkait number=”5″ tag=”Ngawi”]
Kapolsek Geneng M. Farid Suharta membenarkan kejadian tersebut. Diduga korban tidak waspada saat menyeberang rel kereta seusai buang air kecil. Akibatnya, dia tersambar kereta api jurusan Purwokerto-Jember itu.
“Korban diduga tidak waspada ketika menyeberangi rela setelah buang air kecil. Akhirnya tertabrak kereta dan terseret sejauh 45 meter,” ungkap Farid.
Pihaknya kemudian mengevakuasi jenazah korban setelah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Kini jenazah korban sudah dibawa ke RSUD dr Soeroto Ngawi.
Farid mengimbau pada semua masyarakat agar berhati-hati saat beraktivitas di sekitar rel kereta. Baik beraktivitas biasa atau saat menyeberang rel. [fiq/beq]






