Malang (beritajatim.com) – Pelatihan public speaking bertema ‘The Art of Public Speaking,’ menjadi agenda etika pengembangan diri untuk mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Islam Malang (FEB Unisma).
Acara tersebut menghadirkan Dito Birowo, Branch Manager PT Bank Mandiri Malang dan Aditya Permana selaku Mandiri Best Facilitator 2021 sebagai narasumber.
Dekan FEB Unisma, Nur Diana, SE, MSi saat sambutan menekankan betapa penting public speaking di era saat ini. Lebih lanjut Diana menekankan definisi public speaking yaitu kemampuan komunikasi dan interaksi penutur dengan audience untuk mendapat umpan balik.
“Kemampuan public speaking sering kita gunakan untuk saat penyampaian materi, presentasi, untuk memimpin rapat, dan menjadi pembawa acara. Kita tidak akan rugi belajar public speaking, apalagi kemampuan ini bisa berpengaruh pada cara menyampaikan informasi dan berkomunikasi,” ujar Nur Diana.
Kemampuan public speaking juga bermanfaat bagi kapasitas diri. Ia berpesan agar saat menjadi pembicara di depan audien lebih percaya diri, terstruktur, dan bahasanya komunikatif.
Soal peran di dunia kerja, Diana mengutip riset dari Mckinsey yang membeberkan jika kompetensi lulusan sarjana saat ini semakin tinggi. Jika dulu sarjana hanya untuk pekerjaan yang bersifat repetitif, maka saat ini sudah dibutuh penguasaan secara individu.
“Adanya teknologi kecerdasan buatan, alat-alat yang serba otomatisasi, dan lain sebagainya itu membuat mahasiswa harus memiliki bekal hardskill sekaligus softskill. Public speaking termasuk soft skill yang sangat dibutuhkan di era society 5.0,” pungkas Nur Diana yang juga menjadi keynote speaker dalam pelatihan public speaking pada Selasa (31/01/2023) lalu.
Pembicara kedua yaitu Dito Birowo RFS CHt, menyampaikan jika setiap orang memiliki harusnya berkeinginan untuk mampu berbicara di depan khalayak. Dia mengatakan kemampuan berbicara di depan umum sebagai cara seseorang menyampaikan maksud pada audien.
“Public speaking dianggap sukses jika informasi yang kita berikan bisa dipahami audien. Kemampuan ini harus dikuasai mahasiswa, nanti saat presentasi penting dilakukan untuk menjelaskan tugas kepada dosen dan teman-teman,” ujar pria yang juga First Senior Manager Bank Mandiri Cabang Malang.
[berita-terkait number=”3″ tag=”unisma-malang”]
Kemampuan berbicara, tidak hanya penting di lingkungan kampus akademi saja. Namun juga penting saat mahasiswa sudah terjun di tengah masyarakat. Menurutnya, masyarakat akan memandang mahasiswa sebagai orang yang pandai berbicara.
“Memaksimalkan potensi diri yang ada dengan public speaking. Itu akan memupuk rasa percaya diri. Percaya diri yang bagus, berkharisma, suaranya enak, perhatikan intonasi, dan tinggi rendah suara akan membuka kesempatan berkarir sukses semakin besar,” pungkas pembicara memiliki rekam jejak sebagai mentoring di berbagai lembaga tersebut.
Selanjutnya Aditya Permana memberikan motivasi dan penjelasan praktek agar mahasiswa memiliki bekal membangun komunikasi yang baik. Ia membagikan berbagai metode pembekalan materi yang menarik tentang simulasi problem solving untuk dijadikan sebagai role model.
“Zaman sekarang dan bahkan beberapa tahun ke depan perusahaan dan industri atau bidang, saya yakin akan memilih pencari kerja yang punya skill tambahan yaitu public speaking,” pesan Aditya Permana. (dan/ted)






