Jember (beritajatim.com) – Dinas Sosial Kabupaten Jember, Jawa Timur, mencatat berdasar data Februari 2022 ada 30.244 jiwa balita yang berpotensi mengalami stunting alias tengkes. Jumlah terbanyak di Kecamatan Sumberbaru yakni 2.025 balita.
Para balita ini adalah anak-anak keluarga miskin yang terdaftar dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS). “Saya tidak mengatakan mereka stunting, tapi berpotensi, karena mereka masuk DTKS. Otomatis mereka sulit memperoleh asupan gizi yang layak karena orangtua mereka masuk kategori miskin,” kata Kepala Dinsos Jember Akhmad Helmi Luqman, ditulis Rabu (1/2/2023).
“Anggaran kami sangat terbatas, karena banyak PMKS (Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial) yang harus kami layani. Tidak hanya anak. Ada lansia, disabilitas, anak terlantar, kebencanaan, dan sebagainya,” kata Helmy.
Terbatasnya anggaran membuat Dinsos tak bisa berfokus pada penanganan anak saja. “Namun kami juga sering berkoordinasi dengan Dinas Kesehataan dan DP3AKB (Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Kependudukan dan Keluarga Berencana) bila ada permasalahan-permasalahan stunting di daerah yang membutuhkan asupan nutrisi. Keluarganya juga akan kami berikan sembako,” kata Helmy.
[berita-terkait number=”5″ tag=”Jember”]
Helmy menambahkan, untuk data terbaru, Dinsos Jember belum memperolehnya. “Kami tidak bisa mengunduh lagi DTKS. Juli kemarin kami minta data ke pusat untuk membuka akses lagi, sampai sekarang belum bisa,” katanya.
Dinsos Jember juga sempat mengoreksi data kemiskinan sebanyak 32 ribu orang. Namun pemerintah pusat belum menjawab permohonan koreksi tersebut. “Saya bersurat ke Bu Menteri Sosial,” kata Helmy.[wir/beq]






