Malang (beritajatim.com) – Duta Besar RI Luar Biasa dan Berkuasa Penuh (LBBP) untuk Kerajaan Arab Saudi, Dr Abdul Aziz Ahmad MA berkunjung ke Universitas Islam Negeri (UIN) Malang. Pada kedatangan tersebut diisi dengan Forum Group Discussion (FGD) bertema ‘Pengembangan Kelembagaan: Kolaborasi Internasional di Kerajaan Arab Saudi’.
Saat FGD, LBBP untuk kerajaan Arab Saudi memaparkan bahwa Indonesia akan bahasa, bahkan dari hasil riset mencapai angka 668 bahasa. Bahasa yang jadi persatuan adalah Bahasa Indonesia, yang mesti didorong menjadi peradaban.
“Bahasa Indonesia perlu jadi kebanggaan. Bahasa Indonesia yang juga menjadi bahasa di Nusantara telah dituturkan oleh umat muslim terbesar di dunia. Jika dikumpulkan jumlah penutur Bahasa Indonesia mungkin mendekati seluruh orang Arab,” jelasnya pada Selasa (31/01/2023).
Ke depan, bentuk peradaban yang akan diusung perlu menjadi pekerjaan rumah bersama. Dari konsep peradaban tersebut perlu ada pendalaman agar bahasa Indonesia terwujud menjadi bahasa peradaban.
“Untuk maju, tentunya ditandai dengan kemajuan sebuah peradaban. Peradaban ini salah salah satunya adalah bahasa. Untuk itu, bahasa Indonesia harus didorong untuk menjadi peradaban. Peradaban seperti apa yang kita usung, itu yang jadi pekerjaan rumah (PR),”
Menurutnya, bahasa adalah salah satu ciri peradaban maju. Jika saat ini bahasa Inggris banyak yang digunakan berarti berada di pengaruh orang lain. “Kita masih berada pengaruh peradaban orang lain. Dari hal itu perlu bahasa Indonesia digunakan,” pungkas Dr Abdul Aziz.
Senada dengan itu, Atase Pendidikan dan Kebudayaan KBRI Riyadh, Badrus Sholeh MA PhD menambahkan bahwa UIN Malang memiliki kesempatan yang besar untuk bekerja sama dengan kampus terbaik di Arab Saudi. Ada tiga hal yang bisa dimanfaatkan.
“Pertama situasi Internasional, kedua penelitian dan ketiga kolaborasi internasional. Tiga hal itu kesempatan UIN Malang untuk kerja sama dengan kampus Arab pada semua bidang,” kata Badrus Sholeh.
Rektor UIN Maliki Malang, Prof Dr Zainuddin MA menambahkan, UIN Maliki Malang adalah kampus yang punya 7 Fakultas terdiri dari 48 Program Studi (Prodi). UIN Maliki Malang saat ini mempunyai 3 kampus. Kampus 3 saat ini terus dikembangkan, dibangun dan mendapatkan hibah dari Saudi Fund Development (SFD).
[berita-terkait number=”4″ tag=”UIN-Maliki-Malang”]
“UIN Maliki Malang memiliki fasilitas yang lengkap, mulai dari Ma’had hingga pusat hafalan Al-Qur’an. Lebih dari 3000 mahasiswa dari berbagai prodi hafal Al-Qur’an,” ujarnya
Di UIN Malang mahasiswa diharapkan dapat menguatkan disiplin ilmu dengan Al Qur’an, hadits yang bermodalkan bahasa Arab. Sebab, dari hal itu sebagai kunci dan pembedah dari ilmu agama.
“Kami berharap, pak Dubes, mahasiswa dari Arab atau Timur Tengah jauh bisa lebih banyak. Kami harap pak Dubes juga bisa mempromosikan UIN Maliki Malang,” tuturnya dalam keterangan. [dan/but]







