Bojonegoro (beritajatim.com) – Pesan berantai rekaman suara yang menyebutkan percobaan penculikan anak di sekolah swasta SDIT Insan Permata Bojonegoro dipastikan hoaks. Pesan yang tersebar melalui pesan WhatsApp itu sudah diteruskan berkali-kali.
Menurut Waka Kesiswaan SDIT Insan Permata Bojonegoro Ita Maisaroh, bahwa pesan berantai yang menyebutkan adanya percobaan penculikan anak itu tidak benar atau hoaks. Pihaknya juga meminta kepada wali murid agar bisa menjemput anaknya tepat waktu.
“Bahwa pesan yang tersebar melalui WhatsApp ada penculikan di SDIT Insan Permata Bojonegoro itu hoaks,” ujarnya dalam sebuah video.
Hal itu juga ditambahkan oleh Guru di SDIT Insan Permata Bojonegoro, Us Nanin. Menurutnya, nama anak yang disebutkan dalam rekaman suara itu juga tidak ada. “Pihak sekolah sudah memberikan klarifikasi, dan nama siswa tersebut juga tidak ada,” terangnya.
[berita-terkait number=”5″ tag=”penculikan-anak”]
Sementara dalam rekaman suara seorang perempuan yang berdurasi 1 menit 20 detik itu mengimbau kepada ibu-ibu wali murid kelas 2A agar menjemput putra putrinya tepat waktu. Pasalnya usai olahraga tepatnya di belakang masjid ada kejadian Saskia hampir diculik.
Ceritanya Saskia ditarik ibu-ibu berjilbab kemudian Saskia berusaha melawan dan akhirnya pelaku berhasil kabur. Selain Saskia, dalam rekaman suara itu juga disebutkan ada percobaan pencurian lain yang bermodus seorang ibu-ibu naik mobil mengajak siswa yang pulang sekolah.
Dari rekaman suara itu, pesan yang beredar ditambah keterangan tertulis bahwa kasus penculikan anak itu terjadi di SDIT Insan Permata Bojonegoro Jalan Kolonel Sugiono Kelurahan Ledok Kulon, Kabupaten Bojonegoro. [lus/kun]






