Surabaya (beritajatim.com) – Saat seseorang sakit, maka wajar jika menginginkan makanan dan minuman yang menenangkan seperti kopi. Namun bolehkah minum kopi saat sakit?
Bagi orang sehat, kopi memiliki manfaat kesehatan karena kaya antioksidan dan kandungan kafeinnya bahkan bermanfaat untuk membakar lemak. Namun jika dikonsumsi berlebihan, kopi juga memiliki efek negatif seperti susah tidur dan ketergantungan.
Kemudian, banyak yang bertanya-tanya apakah kopi aman diminum saat sakit? Melansir Healthline, pada dasarnya kopi memiliki efek pro dan kontra tergantung pada jenis penyakit yang dihadapi.
Untuk mengetahui lebih lanjut, berikut pembahasan mengenai manfaat positif dan negatif kopi yang diminum saat sakit, berdasarkan Healthline:
1. Kopi membuat tubuh merasa lebih berenergi
Banyak manusia modern memanfaatkan kandungan kafein pada kopi untuk booster energi. Namun, kopi tanpa kafein juga dapat memberikan stimulan ringan karena efek plasebo.
Alasan inilah yang membuat seseorang yang sedang sakit memilih untuk minum kopi. Misalnya, ada kasus di mana seseorang yang baru saja sembuh dari demam, kemudian memutuskan untuk beraktivitas seperti ke kantor atau sekolah, kemudian ia minum kopi karena tenaganya yang masih lesu.
Selain itu, jika seseorang sedang mengalami flu ringan, kopi dapat membantu menjalani aktivitas tanpa menimbulkan efek samping yang signifikan. Kopi dapat memberi dorongan energi, jika cuaca sedang kurang baik tetapi cukup sehat untuk pergi bekerja atau sekolah.
2. Kopi bisa menyebabkan dehidrasi dan diare
Kafein dalam kopi memiliki efek diuretik, artinya dapat mengeluarkan cairan dari tubuh yang lebih banyak, bisa melalui urin atau feses.
Pada beberapa orang, asupan kopi dapat menyebabkan dehidrasi akibat diare atau buang air kecil yang berlebihan. Namun, beberapa peneliti mencatat bahwa asupan kafein pada tingkat sedang (2–3 cangkir kopi per hari) tidak memiliki efek yang berarti pada keseimbangan cairan.
Faktanya, peminum kopi biasa lebih cenderung terbiasa dengan efek diuretik ini, sehingga tidak menyebabkan masalah dengan keseimbangan cairan.
Jika mengalami muntah, diare, flu-pilek parah, atau keracunan makanan, lebih baik menghindari kopi dan lebih banyak minuman yang menghidrasi. Beberapa contoh minuman yang lebih menghidrasi antara lain air, minuman olahraga, atau jus buah encer.
[berita-terkait number=”5″ tag=”tips”]
3. Kopi dapat mengiritasi tukak lambung
Kopi bersifat asam, sehingga dapat menyebabkan iritasi lambung pada orang-orang tertentu, seperti penderita sakit tukak lambung atau masalah pencernaan lainnya yang terkait dengan asam.
Hubungan antara kopi dan tukak lambung sebenarnya sangat individual. Karena ada penelitian yang membantah hubungan antara kopi dan sakit tukak lambung, begitupun sebaliknya.
Namun jika secara pribadi seseorang mengetahui bahwa kopi menyebabkan atau memperburuk tukak lambung, lebih baik untuk menghindarinya atau beralih ke kopi cold brew, yang tidak terlalu asam.
4. Kopi bereaksi dengan beberapa obat
Kopi juga bereaksi dengan beberapa obat, sehingga wajib untuk menghindari kopi jika meminum salah satu obat tersebut.
Khususnya, kafein dapat memperkuat efek obat perangsang seperti pseudoephedrine (Sudafed), yang sering digunakan untuk membantu meredakan gejala pilek dan flu. Kopi juga dapat bereaksi dengan antibiotik, yang biasa diminum pada penderita infeksi bakteri apapun.
Peminum kopi aktif mungkin dapat mentolerir obat ini, karena tubuh mereka sudah terbiasa dengan efek kopi. Namun, sebisa mungkin harus berbicara dengan ahli kesehatan sebelum memilih minum kopi dengan obat tertentu.
Kesimpulan Minum Kopi Saat Sakit
Meskipun kopi dalam jumlah sedang umumnya tidak berbahaya pada orang dewasa yang sehat, namun saat sakit dianjurkan untuk menghindarinya.
Tidak apa-apa minum kopi jika sedang mengalami flu ringan atau sakit, tetapi penyakit yang lebih parah yang disertai muntah atau diare dapat menyebabkan dehidrasi, dan minum kopi dapat menambah efek ini.
Namun, bagi seorang peminum kopi biasa, memungkinkan dapat terus minum kopi selama sakit yang lebih parah tanpa efek samping. Tetap digaris bawahi, bahwa hal ini harus mendapatkan persetujuan dokter atau ahli kesehatan terlebih dahulu. (kai/ian)






