Kediri (beritajatim.com) – Para tahun 2023 ini Kota Kediri memasang target prevelensi stunting turun di angka 11,48 persen.
Data ini diungkapkan oleh Chevy Ning Suyudi, Ketua TPPS Kota Kediri dalam rapat koordinasi singkronisasi program percepatan penurunan stunting di Kota Kediri.
“Di Kota Kediri tahun 2023 ini kita targetkan prevalensi stunting turun di angka 11,48 persen dan tahun 2024 menjadi 9,2 persen, hasil kesepakatan Rakortek Renbang TPPS tahun 2022,” kata Chevy Ning Suyudi yang juga sebagai Kepala Bappeda Kota Kediri.
Pemerintah Kota Kediri memang masih memprioritaskan penanganan stunting. Sebab, stunting menjadi momok mengerikan yang mengancam tumbuh kembang generasi penerus bangsa.
Pemkot Kediri tidak mau memberi celah, Walikota Kediri terus mendorong perangkat daerah Pemkot Kediri, untuk melakukan percepatan penanganan stunting di Kota Kediri.
[berita-terkait number=”4″ tag=”Kediri”]
“Berdasarkan hasil survey status gizi Indonesia (SSGI) tahun 2022, prevalensi stunting Kota Kediri tahun 2022 sebesar 14,3 persen. Sementara target penurunan stunting nasional tahun 2024 adalah 14 persen berdasarkan perpres No. 72 Tahun 2021,” terang Chevy Ning Suyudi.
Perlu diketahui, sebaran kasus stunting di Kota Kediri didominasi oleh wilayah Kecamatan Kota sebesar 37 persen (321 balita stunting), disusul Kecamatan Pesantren senilai 35 persen (303 balita stunting), dan terakhir Kecamatan Mojoroto sebesar 28 persen (240 balita stunting).
“Dari 46 kelurahan di Kota Kediri, Kelurahan dengan angka stunting tertinggi adalah kelurahan Ngadirejo dengan 70 kasus. Untuk kelurahan zero stunting ada di kelurahan Pakelan”,kata Chevy.
Berangkat dari data-data tersebut, diperlukan adanya singkronisasi program dan sinergi dari masing-masing OPD terkait, sehingga penanganan stunting dapat lebih maksimal, efektif dan efisien.
Lebih lanjut, melalui rakor ini, terdapat sejumlah arahan terkait penanganan stunting, yakni Perangkat daerah terkait agar melakukan percepatan pencapaian target PPS.
Penyelenggaraan rembuk stunting tingkat kelurahan agar diupayakan dilaksanakan bersamaan dengan Musrenbang kelurahan, TPPS agar menyiapkan penilaian kinerja stunting tingkat nasional tahun 2023.
Lalu, perangkat daerah agar melakukan publikasi kegiatan untuk inovasi program PPS 2023; dan perencanaan kegiatan PPS 2024 agar mengacu Kemendagri No.050-5889 Tahun 2021.
Sebagai informasi, dalam rapat singkronisasi program percepatan penurunan stunting Kota Kediri tahun 2023 dan persiapan forum perangkat daerah tematik stunting tahun 2024 diikuti oleh sejumlah OPD.
Diantaranya DP3AP2KB, Dinas Sosial, Dinas Kesehatan, Dinas Kominfo, Disperdagin, DPUPR, Bag. Pemerintahan dan 3 kecamatan. [nm/but]






