Surabaya (beritajatim.com) – Direktorat Pendidikan Masyarakat dan Pendidikan Khusus (PMPK) Kemendikbud menunjuk Sekolah Luar Biasa Negeri (SLBN) Pembina Tingkat Nasional Bagian C, Malang sebagai Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP P1) Bidang Tata Graha.
Sebelumnya, Pemprov Jatim sendiri telah menyiapkan 9 lembaga SLB untuk menjadi pilot project LSP P1 tersebut. Namun hanya SLBN Pembina Tingkat Nasional Bagian C, Malang saja yang mampu memenuhi kriteria.
“Di sana sudah siap empat assesor yang akan menguji. Sarana prasarana juga telah disiapkan,” ujar Kabid Pembinaan Pendidikan Khusus dan Pendidikan Layanan Khusus Dinas Pendidikan (PKPLK Dindik) Jatim, Suhartono, Selasa (24/1/2023).

Ia mengungkapkan, keterampilan di bidang tata graha cukup banyak diminati oleh siswa berkebutuhan khusus. Diketahui, program LSP P1 sendiri digagas untuk memberikan fasilitas para penyandang disabilitas sebelum terjun ke dunia industri.
[berita-terkait number=”3″ tag=”beritajatim”]
SLBN Malang sendiri, kata Suhartono, bakal membuat sebuah jejaring di SLB yang berada di Jatim sebagai pilot projectnya. Harapannya, sarana dan prasarana di SLBN Malang tersebut bisa dikembangkan ke tiap-tiap SLB di Jatim.
Ia menambahkan, adanya LSP P1 ini semakin melengkapi program Vokasi Istimewa milik Pemprov Jatim. Sebab, pemprov sendiri mengawali peningkatan kualitas anak berkebutuhan khusus melalui program Vokasi Istimewa.
“Adanya LSP P1 ini, siswa sudah terbekali. Siswa akan lebih mudah beradaptasi mudah dan tidak kesulitan. Lewat program tersebut mereka diarahkan ke kompetensinya, salah satunya di keterampilan tata graha,” jelas Suhartono.
Perlu diketahui, di Jatim sudah ada sebanyak 396 lembaga SLB yang melaksanakan Program Vokasi Istimewa. Total anak berkebutuhan khusus yang sudah terbekali keterampilannya lewat program itu sejumlah 17.052 siswa. (ipl/but)






