Lamongan (beritajatim.com) – Lamongan terpilih menjadi salah satu kabupaten di Jawa Timur yang dikunjungi sebagai tujuan studi inovasi mahasiswa keperawatan Australia. Studi ini berkaitan dengan Best Practice Promosi Kesehatan yang dilakukan di luar Australia.
Diketahui, kunjungan itu merupakan hasil kolaborasi antara Federation University Australia dengan Universitas Airlangga (Unair), dalam program New Colombo Plan. Kunjungan tersebut disambut langsung oleh Bupati Lamongan Yuhronur Efendi, di Ruang Command Center, Setda Kabupaten Lamongan.
Menurut Bupati Yuhronur, dipilihnya Lamongan menjadi salah satu tujuan studi karena kabupaten yang berjuluk kota soto ini dinilai memiliki salah satu program yang unik dalam bidang kesehatan, yakni posyandu jiwa.
Keunikan itu, menurut Yuhronur, lantaran bidang kesehatan di Lamongan ini berbeda dengan kesehatan dari daerah lain pada umumnya. Jika penanganan pasien dengan gangguan mental pada umumnya di bawah naungan rumah sakit, maka di Lamongan penanganan itu dilakukan di unit terkecil, yakni Posyandu.

“Jumlah penderita dengan gangguan jiwa di Kabupaten Lamongan ada 3.389 orang. Pasien gangguan jiwa yang dipasung sebanyak 191 orang. Alhamdulilah berkat kolaborasi tahun 2017, Lamongan saat ini berstatus bebas pasung,” ujar orang nomor satu di Lamongan itu, Jumat (20/1/2023).
Bukan hanya berstatus bebas pasung, Bupati Yuhronur menegaskan, pada tahun 2017 lalu Lamongan juga memperoleh penghargaan atas inovasi Lesung Si Panji (Lenyapkan Pasung Memanusiakan Pasien Jiwa), yang dilengkapi dengan Posyandu Jiwa.
“Inovasi Lesung Si Panji itu dampaknya sangat bisa dirasakan masyarakat dan mampu menyembuhkan pasien dengan gangguan jiwa, sehingga mereka bisa beraktivitas normal dan kembali produktif,” terangnya.
Sementara itu, Wakil Dekan II Unair Atoillah Isfandiaris menyampaikan bahwa terdapat 20 mahasiswa dari Federation University Australia yang mengikuti kunjungan ke Lamongan. Kunjungan ini, kata Atoillah, dilakukan dalam rangka studi lintas budaya.
[berita-terkait number=”4″ tag=”lamongan”]
“Kami akan ke Desa Bulutigo Lamongan untuk melihat posyandu jiwa. Karena ini unik, tidak semua posyandu melakukan ini, pelayanan terhadap ODGJ (Orang dengan Gangguan Jiwa). Pelayanan ODGJ berbasis posyandu bukan rumah sakit, posyandu berbasis komunitas. Oleh-oleh untuk mahasiswa Australia kembali ke negaranya masing-masing,” paparnya.
Melalui kunjungan ini, Atoillah berharap, para mahasiswa akan memperoleh wawasan terkait usaha promotif-preventif penanganan penyakit yang dilakukan di Indonesia, interaksi dengan masyarakat, dan belajar mengenai budaya di Indonesia.
Hal senada juga dikatakan oleh Dosen Federation University Australia, Muhammad Aziz Rahman. Ia menyampaikan rasa terima kasih atas sambutan baik yang diberikan oleh Kabupaten Lamongan dalam kunjungan ini.
“Kami sangat berterimakasih. Semoga nantinya para mahasiswa ini dapat memperoleh wawasan dan pengetahuan baru, yang kemudian dipraktikkan dan dikembangkan,” tutupnya. [riq/but]






