Surabaya (beritajatim.com) – Perhimpunan Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin (Perdoski) Cabang Surabaya mencatat bahwa kasus tertinggi pada kulit yang dialami oleh anak dan perempuan di Indonesia adalah alergi.
Oleh karena itu, Perdoski Surabaya berkomitmen untuk menekan tingginya angka kasus alergi tersebut melalui Symposium dan Dry Workshop bertajuk ‘Women’s Dermatology Veneroly’.
Dalam kegiatan tersebut, ratusan dokter bakal mendalami penyakit kulit kelamin dari segi ilmiah, baik itu kulit kelamin bayi maupun dewasa.
“Kami mengundang para ahlinya untuk memberikan update dan mencerahkan kami. Bahkan, juga ada pembicara terkait kesehatan jiwa,” kata Ketua Panitia Acara, dr Fitri Abdullah Jawas, Kamis (19/01/2023).
Fitri menerangkan, penyebab alergi pun bersifat multifaktoral. Artinya, bisa saja dari genetik, makanan hingga cuaca. Di sisi lain, meningkatnya alergi juga seimbang dengan kesadaran masyarakat dalam memeriksakan diri ke dokter.

“Untuk tahu penyebabnya tentu harus dilakukan pemeriksaan dan analisa lebih mendalam,” katanya.
Tak hanya itu saja, Fitri juga menyoroti tentang penggunaan kosmetik. Kata dia, alergi yang terjadi pada kulit wajah maupun badan wanita, rata-rata disebabkan oleh penggunaan kosmetik.
[berita-terkait number=”4″ tag=”penyakit”]
Sebab itulah, kegiatan Symposium dan Dry Workshop ini diharapakan akan mampu memberikan ilmu baru bagi para dokter spesialis kulit dan kelamin, agar nantinya bisa memberikan pelayanan yang baik kepada masyarakat.
Sebagai informasi, Perdoski Surabaya menggelar Symposium dan Dry Workshop di Hotel Doubletree Surabaya. Rencananya, kegiatan tersebut diselenggarakan selama tiga hari mulai 19-21 Januari 2023 besok. [ipl/but]






