Jember (beritajatim.com) – Ditiadakannya kompetisi sepak bola Liga 3 oleh Asosiasi Provinsi PSSI Jawa Timur, disesalkan Bupati Jember Hendy Siswanto. Ia ingin turnamen sepak bola tetap berputar di Kabupaten Jember untuk menggeliatkan perekonomian.
“Ekonomi kreatif juga ada pada sepak bola. Saya merasakan juga, kalau ada pertandingan sepak bola, usaha mikro kecil menengah kami bergerak. Kami sebenarnya untung ada sepak bola,” kata Hendy, ditulis Kamis (19/1/2023).
“Dengan tidak adanya Liga 3, kami berpayung kepada siapa? Rumah kita siapa? PSSI melindungi tidak (pertandingan) di daerah-daerah? Kemasannya bagaimana? Apa di bawah pertanggungjawaban Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) saja atau Askab (Asosiasi Sepak Bola Kabupaten) masih berlaku? Kalau ada pertandingan sepak bola antardesa, penanggungjawabanya bupati, camat, atau penyelenggaranya,” kata Hendy.
[berita-terkait number=”4″ tag=”bupati-hendy-siswanto”]
Hendy ingin hal ini diperjelas, karena ingin menggelar turnamen sepak bola Piala Bupati Jember. “Jangan sampai terjadi benturan lagi seperti yang kemarin terjadi (di Stadion Kanjuruhan Malang, 1 Oktober 2022). Itu yang pertama dan terakhir, tidak boleh terjadi lagi,” katanya.
“Tujuan baik, kemasannya harus hati-hati, karena (pertandingan sepak bola) mendatangkan massa. Kami sedang mengemas bersama teman-teman KONI dan Askab Jember, bagaimana konsepnya ini,” kata Hendy.
Hendy menegaskan sepak bola harus tetap berjalan di Jember. “Kalau berhenti, kita malah rugi. Saya ingin tetap ada jalan. Kemarin Liga 2 juga disetop. Ini jadi problem kami di daerah, bagaimana karir teman-teman (pemain)? Kalau kami mengadakan event, izinnya dari mana,” katanya.
Hendy ingin setiap desa menggelar pertandingan sepak bola. “Karena untungnya banyak. UMKM bergerak. 612 ribu UMKM di Jember harus difasilitasi. Event-event besar harus aman. Siapa yang menjamin aman? Kalau terjadi sesuatu siapa yang bertanggung jawab,” katanya. [wir/ted]






