Ponorogo (beritajatim.com) – Kejadian handphone (HP) meledak di Ponorogo dan membuat salah satu siswa mengalami luka di mata, terjadi pada hari Selasa (1701/2023) lalu.
Kronologis peristiwa naas itu berawal saat korban yang berinisial CA (17) mengisi baterai handphonenya di kelas. Kemudian ditinggal untuk mengikuti kegiatan apel di halaman sekolah.
“Jadi handphone korban yang meledak itu, sebelumnya sempat dicas baterainya,” kata Kapolsek Slahung AKP Haryono, ditulis Kamis (10/01/2023).
Setelah bel pelajaran berbunyi, CA pun mencabut HP dari stop kontak listrik. Kemudian handphone itu dihidupkan dan ditaruh di meja. Nah, kemudian handphone itu diambil lagi. Tak lama kemudian, HP itu tiba-tiba meledak dan mengeluarkan api.
“Ledakan dari handphone itu melukai mata korban,” katanya.
Seketika korban langsung melempar handphone yang terbakar dan mengeluarkan api tersebut. Korban yang mengalami luka itu pun langsung dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan pertolongan medis. Hingga akhirnya korban HP meledak dibawa ke RSUD dr. Harjono Ponorogo.
“Karena korban mengalami luka, langsung dilarikan ke RSUD dr. Harjono Ponorogo,” pungkasnya.
[berita-terkait number=”3″ tag=”hp-meledak”]
Untuk diketahui, kejadian handphone meledak itu terjadi di SMKN Slahung Ponorogo. Peristiwa naas itu pada saat jam mata pelajaran agama. Informasi yang dihimpun oleh beritajatim.com, kondisi korban mulai membaik.
Sehari setelah kejadian itu, korban HP meledak yaitu CA sudah mulai bisa melihat. Hal tersebut menandakan bahwa kornea matanya masih baik dan berfungsi. Padahal saat masuk ke RSUD dr. Harjono, kondisi pasien matanya kabur setengah buta.
“Pertolongan yang kita lakukan dengan melakukan drainase air netral selama 2 jam,” kata Direktur RSUD dr. Harjono Ponorogo Yunus Mahatma. (end/ted)






