Ngawi (beritajatim.com) – Pengamat sosial menyoroti pasien instalasi rawat inap Ruang Teratai RSUD dr Soeroto Ngawi yang kabur hingga tercebur ke Bengawan Solo pada Selasa (17/01/2023) pukul 17.00 WIB.
Keamanan RSUD dr Soeroto masih lemah hingga pasien yang seharusnya dirawat justru kabur. Bahkan kini masih dicari imbas tercebur hingga terseret Bengawan Solo. Pengamanan yang tidak maksimal dikhawatirkan akan terjadi kejadian serupa.
“Kami menyayangkan kejadian ini. Ini pelayanan masyarakat lho. Badan layanan usaha daerah (BLUD) ini harusnya pengamanannya ketat. Apalagi ruang teratai ini kan merawat orang dengan gangguan jiwa (ODGJ),” kata Agus Fatoni, pengamat sosial asal Ngawi, Rabu (18/01/2023).
Atonk, sapaan akrab Agus Fatoni, menyebut dia mengakhawatirkan kejadian yang serupa bisa saja terjadi. Bisa saja pasien yang bukan pasien gangguan jiwa bisa kabur dengan mudahnya padahal masih perlu dirawat di rumah sakit.
“Berarti kan RSUD dr Soeroto masih dipertanyakan profesionalisme. Dan ini lembaga yang oerintasinya juga profit karena BLUD. Jika tidak profesional kan masyarakat yang jadi korban,” katanya.
Dia mengharapkan kejadian itu agar menjadi pembelajaran. Serta, menyarankan Bupati Ngawi Ony Anwar Harsono untuk turun tangan membenahi sistem yang masih belum baik di tubuh RSUD dr Soeroto Ngawi.
Diketahui, salah seorang pasien ruang perawatan orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) atau ruang Teratai RSUD dr Soeroto Ngawi diduga kabur dengan menceburkan diri ke Bengawan Solo pada Selasa (17/01/2023) pukul 17.00 WIB.
[berita-terkait number=”4″ tag=”pasien-odgj-ngawi-kabur”]
Identitas pasien tersebut adalah Kateno (38) salah satu pasien Ruang Teratai asal Desa Semen Kecamatan Paron Kabupaten Ngawi. Ada salah satu saksi yang melihat Kateno kabur dari area rumah sakit dan menuju Bengawan Solo pada Selasa sore.
Kemudian, ada lagi yang melihat Kateno yangs aat itu memakai kaos merah sudah tercebur ke Bengawan Solo dan meminta tolong. Tepatnya di Jalan Hayam Wuruk, Kelurahan Karangtengah Kecamatan/Kabupaten Ngawi.
Kejadian itu lantas dilaporkan ke polisi dan Pemadam Kebakaran Ngawi. Kasi Evakuasi dan Penyelamatan Damkar Ngawi Purwanto membenarkan adanya laporan tersebut. Laporan itu masuk pada pukul 20.00 WIB. Pihaknya langsung menelusuri sejumlah saksi terkait dugaan orang yang hanyut dan terseret arus Bengawan Solo itu. [fiq/but]






