Mojokerto (beritajatim.com) – Sebanyak delapan titik persimpangan dan pertigaan di wilayah Kabupaten Mojokerto telah dilengkapi Area Traffic Control System (ATCS) pengawasan dan observasi perempatan dan pertigaan (Pasoepati).
ATCS Pasopati diharapkan bisa membantu mengurai kemacetan hingga melacak pelaku kejahatan di wilayah Kabupaten Mojokerto.
Kepala Bidang (Kabid) Lalu-lintas Angkutan Jalan (LLAJ), DPRKPP Kabupaten Mojokerto, Setyo Budi menjelaskan, di setiap persimpangan dan pertigaan terdapat traffic light, dengan perangkat pengendalian lalu-lintas berbasis teknologi tersebut secara otomatis bisa mendeteksi jenis kendaraan bermotor.
“Baik jenis kendaraan roda dua, roda empat yang dianalisis dengan masing-masing jumlah kendaraan. Dengan antrean yang panjang secara otomatis lampu siklus hijau untuk mengurangi jumlah antrean kendaraan akan menyala. Sistem ini merupakan ACTS yang dipakai di DPRKPP Kabupaten Mojokerto,” ungkapnya, Rabu (18/1/2023).
Masih kata Setyo, prioritas dari ACTS Pasoepati tersebut untuk mendeteksi kemacetan lalu-lintas di Kabupaten Mojokerto. Seperti di Simpang Empat Sooko dan Simpang Empat Pekukuhan, Kecamatan Mojosari. Sementara di kawasan wisata yakni di Kecamatan Trawas, Pacet dan jalan menuju Batu.
“Trawas, Pacet dan arah ke Batu menjadi fokus yang di daerah wisata. Terkait pemantauan ruas jalan yang menjadi titik kriminalitas ada di daerah Trawas, ini yang menjadi prioritas karena selain banyak pengunjung wisata, lalu-lintas dan juga tindak kriminalitas ada di daerah Trawas,” katanya.
Menurutnya, dengan adanya ACTS Pasoepati tersebut sangat membantu DPRKPP Kabupaten Mojokerto terkait kemacetan. Selain menyiagakan petugas, lanjut Setyo, dengan adanya sistem tersebut kemacetan lalu-lintas di Kabupaten Mojokerto bisa segera terurai. Termasuk terkait tindak kriminalitas jalanan.
“Terkait tindak kriminal, jajaran samping sangat membutuhkan record dari pengawasan monitoring CCTV ini. Kita sangat bersinergi dengan jajaran samping, seperti Polri dan yang lain. Dengan adanya monitoring pengawasan untuk persimpangan dan ruas jalan ini, kita bersinergi untuk keselamatan lalu-lintas di jalan,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala DPRKPP Kabupaten Mojokerto, Rachmat Suharyono mengatakan, selain masyarakat bisa melihat langsung live streaming lalu-lintas di delapan persimpangan dan pertigaan tersebut real time sesuai kondisi terkini, CCTV tersebut juga telah dilengkapi dengan pengeras suara. Sehingga bisa menyampaikan himbauan maupun informasi dengan mudah melalui control room.
“Harapannya nanti bisa ditambahkan fitur volume kamera. Kami juga akan nge-link dengan wilayah area provinsi, khususnya di sekitar area Mertek, Mojoanyar sampai Trowulan. Tentunya, ini nantinya akan dilakukan pengembangan khususnya di wilayah utara sungai dan daerah perbatasan dengan Kabupaten Mojokerto,” tegasnya.
[berita-terkait number=”3″ tag=”pemkab-mojokerto”]
Sekedar diketahui, sistem ATCS Pasopati menggunakan 27 CCTV yang terpasang di delapan titik persimpangan. Antara lain, di Simpang Tiga Bundaran Pacet terdapat dua CCTV, Simpang Tiga Ketapanrame Trawas dua CCTV, Simpang Tiga Gondang tujuh CCTV, Simpang Tiga Ubalan Pacet dua CCTV, Simpang Empat Pekukuhan Mojosari empat CCTV.
Simpang Empat Sooko enam CCTV, Taman Ganjaran Trawas tiga CCTV, dan jalan raya arah Cangar, Batu satu CCTV. Sebanyak 27 CCTV di delapan persimpangan tersebut akan dikendalikan dari Control Room ATCS Pasoepati yang ada di Kantor Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Perhubungan (DPRKPP) Kabupaten Mojokerto. [tin/ted]






