Gresik (beritajatim.com) – CEO Gresik United (GU) Muhammad Allan, atau akrab dipanggil Gus Allan menemui Menpora Zainudin Amali. Kedatangan petinggi klub GU itu, untuk mencari solusi kelanjutan kompetisi liga 2 yang berhenti ditengah jalan.
Selain melakukan silaturahmi, Gus Allan juga menyampaikan uneg-uneg-nya permasalahan yang dihadapi klub liga 2 imbas kompetisi diberhentikan. “Saya sudah menceritakan semua ke Menpora. Kami juga ingin mendengar arahan langsung mengenai nasib kompetisi liga 2,” ujar Gus Allan, Senin (16/01/2023).
Dalam pertemuan kurang dari satu jam itu lanjut Gus Allan, Menpora berjanji segera membuat agenda rapat untuk mencari solusi keberlangsungan kompetisi liga 2 ke PSSI. Mantan anggota DPR RI itu, berjanji memberikan jawaban secepatnya permasalahan yang dialami klub liga 2. “Pak Menpora janjiannya seperti itu, mudah-mudahan ada jalan keluar permasalahan yang dihadapi klub liga 2,” ungkapnya.
[berita-terkait number=”5″ tag=”gresik-united”]
Selain CEO Gresik United, sejumlah perwakilan klub liga 2 seperti Bekasi City FC, Semen Padang, dan lainnya mengaku meminta bantuan serta solusi ke Kemenpora.
Seperti diketahui, permasalahan ini mencuat saat PSSI mengundang meeting owner klub liga 2 pada 14 Desember 2022. Dari pertemuan itu, muncul dua surat. Pertama, klub menghendaki kompetisi tetap dilanjutkan dengan sistem buble (sentralisasi). Kedua, klub meminta kompetisi tidak dilanjutkan dengan tanda tangan dugaan dipalsu.
Atas dasar itu, sejumlah klub Liga 2 merasa tidak menandatangani kompetisi berhenti. Namun, sebaliknya klub menginginkan kompetisi dilanjutkan sampai selesai. Bahkan, untuk mendukung itu masing-masing klub membuat pernyataan kekecewaan kompetisi Liga 2 dihentikan. Tidak hanya itu, tagar #pesepakbola bersatu lanjutkan Liga 2 dan Liga 3 menggema di dunia maya. [dny/kun]






