Surabaya (beritajatim.com) – Rumah Sakit Ortopedi ALTY Malaysia melebarkan sayapnya ke Kota Surabaya. Mereka ingin meningkatkan kesadaran warga Surabaya terkait skoliosis. Pasalnya, ALTY mencatat bahwa di Surabaya, pada tahun 2022 lalu terdapat 24 pasien yang menderita skoliosis.
Konsultan Ahli Bedah Ortopedi dan Tulang Belakang, Dr Wong Chung Check mengatakan bahwa deteksi dini pada skoliosis menjadi sesuatu hal yang penting.
Menurutnya, adanya deteksi dini bisa mengurangi potensi terjadinya penanganan pembedahan. Ia mengungkapkan, bahwa meski mayoritas kasus skoliosis masih tergolong ringan, namun jika dibiarkan hal itu akan berakibat fatal. “Bahkan yang terparah akan berakibat kelumpuhan,” kata Dr Wong saat jumpa pers di Hotel Doubletree, Surabaya, ditulis Sabtu (14/01/2023).
Dr Wong membeberkan bahwa banyak pasien yang datang ke ahli bedah ortopedi saat mereka sudah berada dalam tanda-tanda lanjutan skoliosis. Ia menilai, hal itu terjadi lantaran masih banyaknya masyarakat yang belum memahami soal skoliosis.
Ia mencontohkan, andai saja masyarakat sudah melakukan deteksi dini terhadap gejala skoliosis, maka mereka tak perlu untuk melakukan operasi. Sebab, tulang bengkok pada 60-70 derajat hanya bisa ditangani dengan cara operasi. “Sedangkan di bawah 40 derajat, perawatan brace dan pemantauan rutin bisa dilakukan tanpa operasi,” tandasnya.
Sebagai informasi, skoliosis merupakan kelainan pada tulang belakang. Biasanya, skoliosis ditandai dengan melengkungnya bentuk punggung. Rata-rata, skoliosis ini ditemukan pada anak-anak usia 10-15 tahun. Oleh sebab itulah, ALTY menekankan adanya deteksi dini pada skoliosis. (ipl/kun)






