Blitar (beritajatim.com) – Kasus keracunan akibat menyantap jajanan Ice Smoke atau Ciki Ngebul terus terjadi di beberapa daerah di Indonesia. Tercatat hingga kini sudah ada 10 laporan kasus keracunan akibat menyantap Ciki Ngebul.
Dilansir dari website Kemenkes RI, kasus terbaru keracunan akibat mengkonsumsi Ciki Ngebul terjadi di wilayah Jawa Timur yang menimpa seorang anak. Atas beberapa kasus tersebut, Dinas Kesehatan Kabupaten Blitar akan mengawasi secara ketat peredaran dari Ciki Ngebul.
Dinas Kesehatan Kabupaten Blitar pun meminta semua fasilitas kesehatan agar meningkatkan kewaspadaan terkait pasien yang mengalami keluhan mirip dengan keracunan. Semua faskes juga diminta agar aktif melaporkan segala kasus yang mengarah pada gejala keracunan ke Dinas Kesehatan Kabupaten Blitar.
“Sejauh ini belum ada laporan tapi kami meminta dan bersurat ke seluruh perangkat daerah terkait untuk memperketat pengawasan jajanan Ciki Ngebul,” kata Christine Indrawati Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Blitar kepada beritajatim.com, Jumat (13/01/2023).
[berita-terkait number=”5″ tag=”jajanan-ngebul”]
Dinas Kesehatan Kabupaten Blitar mengajak semua lapisan masyarakat untuk mengawasi peredaran jajanan Ciki Ngebul. Para orang tua juga diminta agar lebih selektif terhadap jajanan yang akan dikonsumsi anak-anak.
Menurut Christine Indrawati menyarankan agar orang tua menghindari terlebih dahulu jajanan yang bisa menimbulkan efek buruk terhadap kesehatan hingga keracunan seperti Ciki Ngebul. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Blitar itu justru menyarankan kepada para orang tua agar mengajak putra putri gemar mengkonsumsi makanan sehat seperti buah atau susu. “Sebenarnya kalau saran saya lebih baik jaga pola makan sehat hindari dulu makanan yang belum jelas kandungannya,” jelasnya.
Sejauh ini belum ada laporan kasus keracunan pada anak atau orang tua akibat mengkonsumsi jajanan Ciki Ngebul. Meski demikian Dinas Kesehatan Kabupaten Blitar tetap meningkatkan kewaspadaannya dengan cara mengajak seluruh OPD terkait untuk ikut mengawasi peredaran atau penjualan Ciki Ngebul. “Kami berharap tidak ada kasus keracunan akibat Ciki Ngebul ini, semua berusaha untuk saling mengawasi,” pungkasnya.
Jajanan Ice Smoke atau Ciki Ngebul sejatinya adalah kuliner kekinian yang banyak diburu oleh anak-anak maupun remaja. Keunikan dari jajanan ini adalah ada asap yang keluar dari dalam jajanan.
Asap dari Ciki Ngebul ini berasal dari Nitrogen cair yaitu Nitrogen yang berada pada suhu yang sangat rendah. Selain menimbulkan sensasi asap penambahan Nitrogen cair ini juga membuat mulut terasa dingin. Hal itulah menjadi daya tarik dari jajanan kekinian tersebut.
Namun siapa sangka dibalik semua daya tarik itu tersimpan bahaya yang bisa merusak kesehatan tubuh. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia telah mengeluarkan Surat Edaran Nomor KL.02.02/C/90/2023 tentang Pengawasan Terhadap Penggunaan Nitrogen Cair Pada Produk Pangan Siap Saji. Dalam surat edaran yang diteken pada tanggal 6 Januari 2023 itu, dijelaskan bahwa penggunaan dan penambahan nitrogen cair pada makanan pangan siap saji yang berlebihan dan dikonsumsi jangka panjang dapat menyebabkan masalah kesehatan serius.
Permasalahan kesehatan yang ditimbulkan dari penambahan Nitrogen cair yang tidak sesuai dengan standar tersebut diantaranya adang dingin, luka bakar atau cold burn pada jaringan kulit, tenggorokan terasa seperti terbakar, bahkan dapat terjadi kerusakan internal organ. Hal ini disebabkan oleh suhu yang teramat dingin dan langsung bersentuhan dengan organ tubuh dalam waktu yang panjang.
Selain itu, menghirup uap asap nitrogen dalam jangka waktu yang lama juga dapat menyebabkan kesulitan bernafas yang cukup parah. ”Nitrogen cair ternyata tidak hanya berbahaya bila dikonsumsi, uap asap nitrogen yang dihirup dalam jangka waktu yang lama dapat menyebabkan kesulitan bernafas yang cukup parah,” terang Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Maxi Rein Rondonuwu, pada Surat Edaran Kemenkes.
Kemenkes Republik Indonesia pun mengimbau kepada seluruh pemerintah daerah untuk mengawasi peredaran produk pangan siap saji yang menggunakan bahan nitrogen cair. Pengawasan tersebut juga meliputi edukasi terhadap orang tua hingga sekolah akan bahaya mengkonsumsi produk pangan yang menggunakan bahan nitrogen cair seperti Ciki Ngebul. (owi/kun)






