Surabaya (beritajatim.com) – Suara perempuan menjadi rebutan setiap perhelatan pesta politik. Kalangan perempuan yang tergabung dalam Nyai dan Ning Himpunan Santri Nusantara (HISNU) Jatim mengadakan acara silaturahmi dan doa bersama untuk mendukung Ganjar Pranowo di Hotel Mercure Grand Mirama Surabaya, Rabu (11/1/2023).
Koordinator Nyai dan Ning Himpunan Santri Nusantara (HISNU), Nyai Hj Nururrohmah Bardan menuturkan, dukungan ini diberikan karena nyai dan ning zaman sekarang tidak hanya mengurusi seputar santri dan jemaah.
“Tapi bu nyai pada hari ini adalah ngurusi santri, kiai, dan tidak kalah pentingnya ngurusi negeri supaya kita mendapatkan Presiden RI yang baik, agamis, sederhana, dan merakyat,” katanya.
Karena itu, lanjut Nururrohmah, alasan bu nyai dan ning berkumpul dan mendoakan Ganjar adalah agar bisa memberikan arahan santri dan jamaahnya untuk memilih Ganjar yang sederhana.
“Pak Ganjar dekat dengan semua kalangan, termasuk kiai dan pesantren. Inilah yang mendorong kami di sini untuk bersama-sama mengajak, ayo berbuat, berpikir, kita niati melok-melok noto negoro (ikut menata negara). Sehingga langkah demi langkah yang kita lakukan tidak ada hal, kecuali ridha Allah SWT,” katanya.
Nyai Hj Mashumah dari Ponpes Langitan Tuban yang turut hadir dalam acara tersebut menyampaikan, salah satu alasannya memberikan dukungan, karena Ganjar dari kalangan pesantren dan Nahdlatul Ulama (NU).
[berita-terkait number=”3″ tag=”PBNU”]
“Insya Allah secara ke-NU-an sudah tidak diragukan lagi dan beliau benar-benar keluarga pesantren, sehingga sudah selayaknya kita berdoa bersama untuk mengantarkan beliau memimpin negeri ini,” tuturnya.
“Negara ini sangat butuh dipimpin dari kalangan yang paham dengan trah-trah Ahlussunah wal Jamaah, sesuai dengan perjuangan masyayikh yang turut mendirikan negara ini,,”:imbuh Mashumah.
Sementara itu, Koordinator Nasional HISNU, Gus Yusub Hidayat menuturkan, HISNU merupakan salah satu benteng yang dibangun untuk mempertahankan NKRI, menghambat gerakan radikal maupun paham-paham yang menyimpang.
HISNU terus memperkuat barisan dalam menghadang paham Wahabi serta gerakan-gerakan yang merongrong dan mengancam NKRI. “Maka kita berikhtiar bagaimana Bapak Ganjar diijabahkan menjadi pemimpin bangsa ini. Mudah-mudahan dengan ikhtiar bersama serta doa nyai dan ning, harapan kita semua terwujud yakni Pak Ganjar menjadi presiden di 2024,” katanya.
Gus Yusub juga berharap, nyai dan ning bisa melakukan gerakan-gerakan di Jatim yang bersinergi dengan HISNU. “Sehingga, gerakan ini menjadi gerakan bersama untuk menyampaikan Pak Ganjar layak menjadi presiden,” pungkasnya. [tok/beq]






