Gresik (beritajatim.com) – Bangunan SMPN 33 Kabupaten Gresik patut dipertanyakan. Pasalnya, sekolah negeri baru tersebut atapnya masih bocor saat hujan. Ditambah, temboknya sudah ada yang retak. Padahal, pembangunannya menelan anggaran sebesar Rp 10 miliar yang dari APBD tahun 2021.
Bangunan SMPN 33 memiliki 15 ruang kelas, dan dua ruang guru. Sejak diresmikan Maret tahun 2022 lalu, sekolah yang dihuni 384 siswa itu bangunannya sudah mengalami keretakan.
Selain atap bocor dan bangunannya ada yang retak, ujung kelas yang menjadi tempat sambungan cor, tembok betonnya terlihat menggaris sangat jelas. “Iya mas kalau hujan deras atapnya bocor, air lalu menetes ke bawah sangat mengganggu saat dipakai belajar,” ujar Andika, salah satu siswa SMPN 33 Kabupaten Gresik, Rabu (10/11/2023).
[berita-terkait number=”5″ tag=”gresik”]
Sesuai site plannya, SMPN 33 ini terdiri dua lantai. Namun, setelah ditemukan masih banyak bangunan yang tidak sesuai, Pemerintah Kabupaten Gresik akan lebih rinci lagi menganggarkan melanjutkan pembangunannya.
Terkait dengan ini, Sekretaris Dinas Pendidikan (Dispendik) Kabupaten Gresik, Herawan Eka Kusuma mengaku kaget masih ada bangunan yang rusak dan tidak sesuai. “Dalam APBD 2022 memang tidak dianggarkan. Padahal, belum selesai semua. Ini nanti akan saya cek lagi,” ungkapnya.
Meski sudah diresmikan, sekolah SMPN 33 tersebut belum memiliki ruang kepala sekolah dan perpustakaan serta laboratorium. Bahkan, pagar bagian depan juga belum sepenuhnya selesai.
Sementara itu, Kepala SMPN 33 Sulaiman menyatakan kendati sudah dipakai buat belajar. Dirinya sudah mengganti papan tulis sebanyak tiga kali. Ini karena rembesan air saat hujan dari atap ruangan. “Saya berharap kerusakan ini segera diperbaiki karena dampaknya dapat mengganggu aktivitas belajar,” pungkasnya. [dny/kun]






