Blitar (beritajatim.com) – Dua tahun sudah Afridawati pekerja migran asal Kecamatan Kanigoro Kabupaten Blitar menderita sakit dan lumpuh di Negara Hongkong. Perempuan 40 tahun itu menderita TBC Meningitis dan paru-paru.
Selama dua tahun dirinya tidak lagi bekerja di Hongkong ia justru menjalani perawatan atas penyakit yang dideritanya di Macau. Kondisi kesehatannya yang terus memburuk membuat tubuh Afridawati kini lumpuh.
Pekerja migran Indonesia asal Kecamatan Kanigoro Kabupaten Blitar itu sebetulnya telah mengajukan repatriasi pemulangan ke Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) yang ada di Hongkong pada bulan Maret 2021 lalu. Namun karena kondisi kesehatannya yang tak kunjung membaik akhirnya proses pemulangan dirinya terus tertunda hingga 2 tahun.
“Ya jadi sebenernya Afridawati ini sudah lama mengajukan permohonan pemulangan ke KJRI yang ada di Hongkong sana tapi kan kondisinya sakit sembuh terus bahkan kini dirinya lumpuh, makanya pemulangannya tertunda,” kata Yopie Karisma Sanusi, Kabid Perluasan dan Penempatan Kerja Disnaker Kabupaten Blitar kepada beritajatim.com, Selasa (10/01/2023).
[berita-terkait number=”5″ tag=”pekerja-migran”]
Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Blitar memastikan bahwa Afridawati merupakan pekerja migran Indonesia yang resmi atau prosedural. Sehingga Disnaker Kabupaten Blitar akan memfasilitasi proses pemulangan PMI asal Kecamatan Kanigoro.
Rencananya Afridawati akan diterbangkan ke Indonesia pada tanggal 13 Januari 2023 mendatang. PMI 40 tahun itu akan langsung mendarat di Bandara Juanda Surabaya. Selama proses pemulangan dari Hongkong menuju Bandara Juanda Surabaya, Afridawati akan didampingi oleh tim dari KJRI Hongkong.
Sementara itu Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Blitar kini masih berkoordinasi dengan beberapa pihak untuk proses pemulangan PMI tersebut. Disnaker Kabupaten Blitar meminta bantuan RSUD Ngudi Waluyo Wlingi untuk membantu penjemputan Afridawati dengan menggunakan mobil ambulans khusus untuk perawatan pasien.
Koordinasi dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Blitar juga telah dilakukan Disnaker Kabupaten Blitar terkait tim medis yang akan mendampingi PMI yang sakit tersebut. Disnaker Kabupaten Blitar meminta bantuan Dinkes Kabupaten Blitar untuk menyiap perawat dokter untuk mendampingi Afridawati yang sakit serta lumpuh selama proses perjalanan dari Bandara Juanda Surabaya hingga sampai di rumahnya Kecamatan Kanigoro Kabupaten Blitar.
“Ini kami telah berkoordinasi dengan berbagai pihak mulai dari Disnaker Provinsi, Dinkes Kabupaten Blitar hingga RSUD Ngudi Waluyo Wlingi untuk proses penjemputan PMI yang sakit tersebut,” jelasnya.
Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Blitar berharap pemulangan tersebut bisa menjadi jalan terbaik bagi Afridawati. Diharapkan dengan ia pulang ke kampung halaman, proses penyembuhan penyakit TBC dan paru-parunya bisa berjalan lebih optimal. (owi/kun)






