Surabaya (beritajatim.com) – SMA/SMK di Surabaya tengah mematangkan berbagai persiapan menjelang tahapan Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru (SNPMB) yang rencananya dimulai 16 Januari hingga 15 Februari 2023 mendatang.
Hal itu dilakukan sebab sistem seleksi yang akan dipakai Kemendikbud Ristek berbeda dengan tahun sebelumnya. Ada tiga jalur masuk ke PTN tahun 2023 ini. Antara lain Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP), jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT), dan jalur Seleksi Mandiri.
Seperti yang dipersiapkan SMAN 10 Surabaya. Mereka mulai memetakan peserta didik yang berprestasi. Caranya, yakni dengan menyiapkan siswa agar mendapatkan sertifikat di tingkat internasional. Dengan begitu, maka siswa akan bisa mendapatkan golden tiket di perguruan tinggi negeri tujuan.
SMAN 10 Surabaya juga sudah menyiapkan guru yang expert di bidangnya untuk memberikan materi serta kisi-kisi sesuai dengan UTBK. “Kita tidak memberikan kesempatan kepada pihak bimbel. Takutnya mereka mengajari hafalan terhadap peserta didik kita,” kata Kepala SMAN 10 Surabaya, Budi Santoso, Selasa (10/01/2023).
[berita-terkait number=”5″ tag=”SNPMB”]
Budi menjelaskan, untuk Implementasi Kurikulum Merdeka (IKM) sendiri sudah terlaksana bagi siswa kelas 10. Sedangkan kelas 12, pihaknya masih menggunakan K-13. “Jadi kita adaptasi K-13 dalam persiapan UTBK. Kemudian meminta BK untuk mempersiapkan diri memberikan konsultasi bakat minat pada siswa. Jadi tidak sembarangan masuk ke perguruan tinggi. Tapi berdasarkan lite assesmen atau berdasarkan kebutuhan kemampuan siswa,” jelasnya.
Dikatakan Budi, selain bimbel dan penambahan jam khusus pada hari Sabtu, pihaknya juga memberikan fasilitas assesment untuk siswa yang tidak melanjutkan ke perguruan tinggi.
Di jalur undangan, Budi berharap penerimaannya bisa maksimal. Di tahun kemarin, ungkapnya, SMAN 10 Surabaya pada jalur SNMPTN berada di peringkat 680, dan saat ini naik hingga poin 400 secara nasional.
“Untuk penerimaan di jalur undangan tahun kemarin 90 lebih diterima. Target tahun ini diharapkan meningkat sekitar 20-30 persen. Ndak muluk-muluk peningkatan 120-150 siswa masuk undangan. Semakin banyak peserta didik diterima PTN melalui undangan, UTBK ini menandakan kualitas pendidikan kita semakin baik,” tandasnya.
Terpisah, Kepala SMKN 12 Surabaya, Biwara Sakti Pracihara menilai jika sistem SNMPTN tak jauh berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Kendati demikian, pihaknya tetap memetakan para siswa yang melanjutkan ke perguruan tinggi untuk dimatangkan lagi nilai akademiknya.
Praci mengungkapkan, saat ini total ada sebanyak 30 persen dari 680 lebih siswa SMKN 12 Surabaya yang akan melanjutkan ke perguruan tinggi. “Info-info dan sosialisasi sudah kami sampaikan lewat guru BK ke siswa. Terkait dengan kesiapan masuk PTN, sejak awal sudah kami petakan. Siswa yang mengikuti SNBP (Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi) ditekankan untuk tetap menjaga grafik nilai akademiknya agar tidak turun. Pembelajaran bagi yang melanjutkan dan persiapan tes juga sudah dibekalkan oleh guru-guru terutama yang akan melanjutkan ke PTN,” jelasnya.
Berkaca di tahun-tahun sebelumnya, kata Praci, sekolahnya selalu menjadi SMKN di Surabaya yang siswanya diterima terbanyak PTN. Dari 30 persen siswa yang melanjutkan ke PTN, 64 siswa dinyatakan diterima pada jalur SNMPTN.
Jumlah tersebut, diprediksi tidak akan jauh berbeda saat seleksi nasional nanti. “Kita tetap godok nilai akademik siswa, kita minta mereka untuk menjaga prestasinya. Sekoga hasilnya tidak jauh berbeda dan bisa meningkat,” terangnya. (ipl/kun)






