Gresik (beritajatim.com) – Sebanyak 250 mahasiswa Universitas Airlangga (Unair) melakukan kuliah kerja nyata atau KKN di Kabupaten Gresik mulai 10 Januari hingga 4 Februari 2023. Mereka nantinya disebar di 25 desa disekitar Kecamatan Cerme. Keberadaan mahasiswa itu juga diminta membantu pengentasan kemiskinan dan stunting di desa.
Ketua Badan Penjaminan Mutu Universitas Airlangga Surabaya, Nurul Barizah menuturkan, program kerja yang diusung KKN kali ini akan berfokus pada permasalahan yang kerap ditemui di masyarakat.
“Kami telah mengusung beberapa program yang sesuai dengan apa yang diharapkan oleh Kabupaten Gresik. Mulai dari pendidikan, pemberdayaan ekonomi, lingkungan, dan kesehatan,” tuturnya, Selasa (10/01/2023).
Nurul juga berpesan agar para mahasiswa yang menjalankan KKN dapat menjadi solusi bagi desa yang ditempati.
“Jangan mahasiswa malah ngeruweti (merepotkan), taati aturan yang berlaku, jaga kehormatan diri dan almamater, dan jadilah problem solver. Bukan sebaliknya jadi problem maker bagi masyarakat desa,” ujarnya.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Gresik, Ahmad Washil Miftahul Rahman mengatakan, saat ini ada empat hal yang menjadi fokus utama di Kabupaten Gresik. Pertama, penanganan kemiskinan, stunting, pengembangan UMKM, dan pengelolaan sampah.
[berita-terkait number=”4″ tag=”gresik”]
“Empat program itu yang kita inginkan agar berintegrasi dengan program KKN Unair. Sehingga, perlu adanya koordinasi dan kolaborasi dengan organisasi perangkat daerah (OPD) atau stakeholder di masing-masing desa,” katanya.
Sebelum terjun ke desa, mahasiswa peserta KKN dibagi menjadi kelompok yang berisi 9 hingga 10 orang yang ditempatkan di Kecamatan Cerme.
“Setelah KKN kami berharap ada hasil yang dapat dinikmati oleh masyarakat Cerme. Jangan sampai setelah kegiatan ini ada masalah yang muncul. Sehingga, mengganggu kinerja,” pungkasnya. [dny/but]






