Blitar (beritajatim.com) – Tumpukan besi dan onderdil sepeda motor terpajang rapi dari ujung timur hingga ujung barat Pasar Loak Templek Kota Blitar. Mulai dari mesin motor, spion hingga baut semua ada di pasar Loak Templek Kota Blitar.
Sudah ada sejak tahun 1986 lalu, pasar Loak Templek hingga kini masih eksis menawarkan sejumlah barang bekas terutama besi onderdil motor bekas. Para pedagang loak di pasar Templek Kota Blitar ini pun sudah turun temurun.
Kebanyakan pedagang adalah meneruskan usaha yang telah dirintis oleh orang tuanya berjualan onderdil sepeda motor bekas dan besi. Bagi para pedagang tumpukan besi dan onderdil sepeda motor bekas ini adalah sumber penghidupan.
Dari berjualan tumpukan besi ini, tidak sedikit pedagang yang mampu menyekolahkan anaknya hingga ke perguruan tinggi. Pendapatan belasan juta rupiah pun juga mampu dikantongi oleh para pedagang loak di pasar Templek setiap bulannya.
[berita-terkait number=”5″ tag=”blitar”]
Salah satu pedagang yang paling lama berjualan di pasar Loak Templek Kota Blitar adalah Doni. Pria berusia 50 tahun tersebut sudah berjualan di pasar Loak Templek Kota Blitar selama 30 tahun.
Ia meneruskan usaha orang tuanya yang dulu berjualan di Pasar Loak Templek. “Saya udah 30 tahun berjualan di pasar Loak Templek Kota Blitar ini kondisinya ya tetap seperti ini, ya ini sumber kehidupan kami,” kata Doni, Senin(09/01/2023).
Pasar Loak Templek Kota Blitar ini berdiri di atas tanah milik PT KAI. Pada tahun 1986 lalu, pasar Templek ini masih berbentuk lahan tidak terurus.
Para pedagang yang hendak berjualan harus terlebih dahulu membersihkan rumput dan ilalang yang berada di lokasi tersebut. Kios pedagang pasar Loak ini juga dibangun mandiri oleh para penjual.
Seiring perkembangan zaman, pasar Loak semakin padat oleh para pedagang dari berbagai daerah, bukan hanya Blitar, namun juga ada yang berasal dari pulau Madura. Keberadaan pasar Loak Templek Kota Blitar pun makin dikenal luas oleh warga.
Pembeli onderdil sepeda motor bekas dan besi di pasar Loak Templek Kota Blitar ini pun berasal dari berbagai daerah mulai dari Blitar, Tulungagung hingga Kabupaten Malang. “Kalau pembeli dari berbagai daerah ya mas ada Malang, Tulungagung, Hingga Blitar sendiri, Pasar Loak ini sudah jadi jujukan warga,” imbuhnya
Peredaran uang di Pasar Loak Templek Kota Blitar ini pun mencapai lebih dari 13 juta rupiah setiap harinya. Rata-rata omzet per hari pedagang pun mencapai 200 ribu rupiah.
Harga jual onderdil sepeda motor bekas di pasar Loak Templek Kota Blitar ini memiliki selisih harga hingga 50 persen lebih dari pasaran. Hal itulah yang membuat pasar Loak Templek Kota Blitar menjadi jujukan warga atau anak muda.
Keberadaan pasar Loak Templek Kota Blitar pun hingga kini masih eksis dan menjadi tumpuan ekonomi bagi puluhan pedagang. “Perputaran uang di sini banyak mas, rata-rata per hari ada 200 ribu rupiah pendapatannya,” imbuhnya.
Keberadaan Pasar Loak Templek Kota Blitar pun kini terancam. Pasalnya Pemerintah Kota Blitar berencana akan merelokasi pasar Laok yang sudah melegenda tersebut.
Rencananya relokasi ini pun sudah disosialisasikan Pemkot Blitar kapada seluruh pedagang loak pasar Templek Kota Blitar. Relokasi ini pun akan dilakukan pada bulan Februari hingga Maret mendatang. “Kami targetkan bulan Februari pedagang loak di pasar Templek Kota Blitar sudah bisa di pindahkan ke bekas pasar burung di pasar Dimoro Kota Blitar, karena rencananya kami akan melanjutkan revitalisasi pasar Templek sisi timur,” kata Kepala Disperindag Kota Blitar, Hakim Sisworo kepada beritajatim.com, Sabtu (07/01/2023) lalu.
Jumlah pedagang barang bekas atau loak di pasar Templek Kota Blitar sendiri mencapai 88 orang. Seluruh pedagang tersebut akan ikut direlokasi ke kios yang saat ini tengah dibangun oleh Disperindag Kota Blitar di pasar Dimoro.
Hakim menjelaskan bahwa saat ini proses pembangunan kios di pasar Dimoro Kota Blitar hampir rampung. Saat ini seluruh kios telah selesai dibangun dan tinggal menunggu proses finishing dan pembangunan toilet.
Pemasangan rolling door atau pintu kios juga tengah dikerjakan. Disperindag menargetkan proses pembangunan kios untuk lokasi relokasi pedagang loak pasar Templek Kota Blitar ini bisa selesai sebelum bulan Februari 2023 ini.(owi/kun)






