Gresik (beritajatim.com)- Sepanjang tahun 2022 kasus kebakaran yang terjadi di Kabupaten Gresik masih tinggi. Selain padatnya pemukiman, banyaknya gedung-gedung hingga industri juga tercatat yang sangat berisiko. Tahun lalu tercatat ada 216 kasus kebakaran yang didominasi rumah dan industri.
Berdasarkan catatan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarla) Gresik, si jago merah melalap 28 rumah, 24 perusahaan dan 18 home industri. Sementara 120 kasus adalah kebakaran ilalang.
“Tahun 2021 kasus kebakaran ada 273 kejadian. Dibanding tahun 2022 ada penurunan. Namun, angka kebakaran itu masih tergolong sangat tinggi,” ujar Kepala Dinas Damkarla Kabupaten Gresik, AH. Sinaga, Jumat (6/1/2023).
[berita-terkait number=”3″ tag=”kebakaran-gresik”]
Ia menambahkan, untuk meminimalisir kebakaran, pihaknya mulai melakukan sosialisasi hingga pelatihan pemadaman api. Baik di instansi pemerintah, perusahaan hingga ke masyarakat. “Melalui sosialisasi itu diharapkan pencegahan kebakaran bisa ditekan. Kami juga membentuk forum PMK dimana isinya perusahaan hingga developer perumahan,” imbuhnya.
Sinaga juga menghimbau masyarakat rutin memeriksakan utilitas kelistrikan. Sebab, risiko kebakaran di lingkungan pemukiman kerap terjadi akibat korsleting listrik, atau dari area dapur. [dny/suf]






